Sekolah Polisi Negara (SPN) Mandalawangi Polda Banten Terpilih jadi Pilot Project Lembaga Pendidikan Berkualitas    

Rabu, 3 November 2021 12:46 WIB

Share
Kepala SPN Mandalawangi Kombes Noffan Widyayoko dan Kepala LSP Polri KBP Dr. Susilo Teguh Raharjo saat menggelar acara uji sertifikasi kompetensi. (ist)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID  - Sekolah Polisi Negara (SPN) Mandalawangi Polda Banten terpilih menjadi pilot project lembaga pendidikan berkualitas yang menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dan pelatihan sesuai prosedur dan mutu yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Kami sangat bersyukur SPN Mandalawangi Polda Banten menjadi salah satu pilot proect SPN berkualitas secara nasional," kata Kepala SPN Mandalawangi, Kombes Pol Noffan Widyayoko.

Sebagai pilot project, tenaga pendidik dan para pengasuh SPN wajib mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri. 

Kegiatan berlangsung pada Rabu (03/11/2021) di aula SPN Mandalawangi dan dibuka oleh Kepala LSP Polri KBP Dr. Susilo Teguh Raharjo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 tenaga pendidik dan pengasuh SPN Mandalawangi.

Ke-30 personil ini, sebelumnya sudah mendaftarkan diri dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan.

Sertifikasi kompetensi ini dilakukan untuk menjamin kualitas belajar mengajar di SPN Mandalawangi Polda Banten sehingga outputnya berdampak pada kualitas personil polisi sesuai ekspektasi masyarakat.

"Sertifikasi kompetensi dilakukan di beberapa lembaga pendidikan Polri untuk menjamin kualitas pendidikan berlangsung sesuai standar," kata Ketua LSP Polri KBP Dr. Susilo Teguh Raharjo 

Kepala SPN Polda Banten Kombes Pol Noffan Widyayoko mengatakan bahwa sertifikasi akan dilakukan selama 3 hari oleh tim assessor beranggotakan 4 orang yaitu AKBP Jan Peter Siahaan, AKP Ibnu Khozim, AKP Rajiman dan Iptu Eko Prasetyo.

Untuk memenuhi kriteria sertifikasi ini, para peserta akan mengikuti tiga tahapan tes. Tahap pertama, tim sertifikasi akan memeriksa persyaratan yang telah ditentukan. Bagi yang dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat dapat melanjutkan tes tahap berikutnya. 

Kemudian tahap kedua, para peserta melaksanakan praktik membuat produk silabus, modul, kisi-kisi, penilaian dan membuat butir soal serta kunci jawaban. Sedangkan pada tahap ketiga, para peserta melaksanakan praktek mengajar dan wawancara dihadapan asesor. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler