Memasuki Era Multidimensi, Perekonomian Banten Akan Ditopang Kreatifitas Anak Muda  

Selasa, 2 November 2021 14:49 WIB

Share
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, (paling kanan) Mahdani mengungkapkan permasalahan anak muda di Banten tentang kurangnya Iptek dan bahasa asing.(Foto: Luthfillah)

SERANG, POSKOTA.CO.ID  - Tantangan ekonomi global diprediksi akan semakin kuat seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi yang semakin pesat. 

Hal itu tentu harus dipersiapkan dengan cara menyiapkan SDM yang mampu bersaing mengikuti perkembangan teknologi, seperti kalangan milenia atau anak-anak muda. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Mahdani mengungkapkan, ke depan peran anak muda akan sangat menentukan peningkatan perekonomian daerah melalui kewirausahaan pemuda yang berbasis teknologi. 

"Pengembangan kewirausahaan pemuda diharapkan mampu mendorong perekonomian," ucapnya saat menyampaikan materi dalam kegiatan sebuah diskusi bertajuk Ekosistem Wirausaha Muda Provinsi Banten di Hotel Lynn, Jl. Maulana Yusuf No.11A, Cimuncang, Kec. Serang, Kota Serang, Senin (1/11/2021).

Mahdani menjelaskan, yang bisa melahirkan ekonomi-ekonomi kreatif adalah pemuda. Sebab, sebagai generasi milenial yang mampu beradaptasi dengan kondisi perubahan teknologi yang begitu cepat. 

"Karena era sekarang adalah era perubahan-perubahan cukup besar dalam kondisi teknologi, sehingga dituntut kreativitas pelaku-pelaku usaha," tambahnya. 

Dikatakannya, terdapat sejumlah tantangan dan permasalahan yang harus dipahami oleh para pemuda Provinsi Banten dalam berwirausaha di era revolusi industri 4.0. 

"Kemudian dalam menjalankannya, tentu terdapat tantangan yang harus pemuda pahami dalam berwirausaha. Seperti halnya tantangan persaingan global, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, tantangan kemajuan teknologi, tantangan gaya hidup dan kecenderungan, tantangan etika, dan tantangan pertumbuhan penduduk yang begitu cepat," ujarnya.

Begitu pula, lanjutnya, dengan permasalahan pemuda yang harus diselesaikan bersama-sama ialah narkoba dan penyakit menular, rendahnya partisipasi pendidikan, kurang optimalnya pemberdayaan pemuda, pengangguran.

"Serta adanya pengaruh budaya asing, serta kurangnya penguasaan IPTEK dan bahasa asing," ujarnya. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler