Kejagung Hitung Aset Rampasan Negara Kasus Korupsi Jiwasraya di Banten, Tersebar dari Tangsel dan Serang Hingga Lebak

Jumat, 29 Oktober 2021 15:18 WIB

Share
Ekspos terkait penghitungan besaran nilai aset rampasan negara yang tersebar di beberapa titik di Banten dalam kasus korupsi Jiwasraya. (foto: Luthfi)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Kejaksaan Agung RI mulai melakukan penghitungan besaran nilai aset rampasan negara yang tersebar di beberapa titik di Banten dalam kasus korupsi Jiwasraya.

Dalam kasus tersebut nilai kerugian negara mencapai Rp18 Triliun.

 

Proses survei penilaian itu dilakukan dalam kurun waktu satu bulan terhitung sejak tanggal 24 Oktober 2021.

Setelah proses itu selesai, barang-barang sitaan negara itu kemudian akan dilakukan pelelangan untuk kemudian dananya masuk ke kas negara.

Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI Elan Suherlan pada saat ekspos yang dilakukan di kantor Kejati Banten, Jumat (29/10/2021) mengatakan, dalam proses penilaian aset rampasan itu pihaknya bekerja sama dengan Kanwil DJKN, KPKNL Serang dan BPN.

“Kami di sini bersama DJKN serta dibantu BPN melakukan penilaian terhdap seluruh aset,” ujar Erlan.

Erlan melanjutkan, Kejagung juga meminta Kejati Banten untuk terlibat dalam proses survei dan penilaian yang sedang dilakukan ini.

Terhadap aset sitaan negara itu juga nantinya akan dipasang tanda khusus rampasan negara atas kasus mega korupsi Jiwasraya.

"Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses pendataan dan mengamankan aset negara," ucapnya.

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler