Telat, Pembahasan APBD Perubahan 2022 Kota Serang Mentok 

Kamis, 28 Oktober 2021 17:30 WIB

Share
Kepala BPKAD Kota Serang Wahcyu Budi Kristiawan menjelaskan mentoknya APBD Perubahan 2022 lantaran terlambat.(Foto :Luthfillah)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Pemkot Serang tidak bisa melakukan perubahan perencanaan belanja pada APBD perubahan 2022. Dengan kata lain, Pemkot Serang hanya bisa mengacu para rencana belanja yang tertuang dalam APBD murni tahun anggaran 2022.

Hal itu terjadi lantaran Pemkot Serang terlambat memberikan draft evaluasi APBD perubahan 2022 kepada Pemprov Banten. 

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kemendagri yang disampaikan ke Provinsi bahwa batas penyerahan draft APBD perubahan yang akan dievaluasi sampai tanggal 30 September 2021.

Jika mengalami keterlambatan, maka Pemprov tidak diperbolehkan melakukan evaluasi. 

"Sehingga kesimpulannya, karena tidak ada perubahan APBD maka yang menjadi acuannya menggunakan APBD murni plus pergeseran anggaran kelima dalam rangka penanganan Covid-19," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Wachyu Budi Kristiawan, seusai rapat paripurna pengesahan APBD perubahan, Kamis (28/10/2021). 

Wachyu menambahkan, pada pergeseran anggaran kelima kemarin berasal dari dana Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi sebesar Rp 40 miliar. 

Namun belakangan, provinsi kemudian mengeluarkan surat kepada Pemkot, terkait pemotongan pemberian Bankeu itu menjadi Rp 25 miliar. 

"Otomatis ini kan seharusnya masuk ke dalam pembahasan perubahan. Termasuk juga anggaran untuk hibah kepada KPU Kota Serang yang tidak bisa masuk di perubahan," ungkapnya. 

Wachyu menjelaskan, sesuai dengan Permendagri nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemkot Serang masih tetap bisa melakukan perubahan anggaran dengan beberapa kriteria seperti untuk penanganan Covid-19 yang di dalamnya termasuk penanganan kesehatan, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Jaringan Pengaman Sosial (JPS). 

"Selain itu juga bisa untuk keperluan yang darurat dan keperluan mendesak," tambahnya. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler