Capai 2,02 Triliun Dollar AS, Wapres: Industri Halal dapat Tingkatkan Perekonomian Nasional 

Rabu, 27 Oktober 2021 16:25 WIB

Share
Capai 2,02 Triliun Dollar AS, Wapres: Industri Halal dapat Tingkatkan Perekonomian Nasional 
Wapres KH Ma'ruf Amin saat pembukaan ISEF di Istana Wapres, Jakarta. (setwapres)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menilai, industri halal memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian nasional.
       
Menurutnya, hal tersebut terlihat dengan banyaknya negara-negara di dunia yang fokus  mengembangkannya. "Termasuk negara-negara yang memiliki populasi muslim yang relatif sedikit, seperti Brazil, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok," terang Wapres.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres pada acara pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-8 Tahun 2021 di istana Wakil Presiden,  Jakarta, Rabu siang (27/10/2021).
      
Acara itu, dihadiri Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto,   Gubernur Bank Indonesia,  Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso dan sejumlah menteri lainnya.

Wapres menandaskan, pemerintah  sedang melakukan upaya dalam peningkatan peran industri halal agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
       
"Indonesia harus bekerja lebih keras untuk dapat bersaing dalam merebut pangsa pasar global industri halal,' tutur Wapres.
     
Wapres menambahkan, State of Global Islamic Economy Report. (SGIE) Dinar Standard menyebutkan bahwa pada tahun 2019 jumlah masyarakat muslim dunia mencapai sekitar 1,9 miliar orang, dengan total spending (belanja) untuk produk halal mencapai 2,02 triliun dollar AS.
      
"Angka tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah masyarakat muslim dunia, dan diperkirakan mencapai 2,4 triliun dollar AS pada tahun 2024," jelasnya.



      
Ia menguraikan, potensi ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia dengan mengambil peran sebagai produsen produk halal dunia, melalui peningkatan ekspor produk halal, guna memenuhi permintaan produk halal global.
      
Wapres menjelaskan, pemerintah juga akan terus melakukan terobosan dalam menunjang berkembangnya industri halal di antaranya dengan mengeluarkan kebijakan dan program seperti kodefikasi produk halal, sertifikasi halal, pemberian insentif untuk kawasan industri halal (KIH).
      
"Inisiatif perbaikan peraturan dan kebijakan yang dapat mempercepat pengembangan industri halal merupakan bentuk dari komitmen Pemerintah," Wapres mengungkapkan. 
(Agus Johara)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler