Banten Kaya Akan Nilai-nilai Leluhur, 90 Guru Diberikan Pembekalan Sejarah  

Rabu, 27 Oktober 2021 22:15 WIB

Share
Kepala Seksi Tenaga Kebudayaan Dindikbud Kota Serang, Heri Hudori. (Foto : Luthfillah)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Guna melatih kecakapan guru sejarah pada tingkat pendidikan SD dan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menggelar pembekalan kecakapan pelajaran sejarah Banten. 

Sebanyak 90 guru sejarah dari dua tingkatan tersebut diberikan pembekalan dari hari Selasa-Rabu (26-27/10/2021)  di salah satu hotel di Kota Serang. 

Acara bertajuk 'Pembelajaran Sejarah Banten untuk Guru SD dan SMP untuk Masa Kini dan dan Masa Depan' ini menhadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dosen Sejarah dari FKIP Untirta Ali Fadillah.

Kepala Seksi Tenaga Kebudayaan Dindikbud Kota Serang, Heri Hudori menerangkan, peserta yang terdaftar dan hadir dalam acara itu meliputi 62 orang guru SD Negeri dan 28 orang guru SMP Negeri.

"Sementara ini baru guru sekolah negeri saja yang kami ikutsertakan. Ke depan, guru sekolah swasta yang ada di Kota Serang juga akan kami libatkan," katanya, Rabu (27/0/2021). 

Heri mengungkapkan, pembelajaran sejarah sangat penting bagi tenaga pendidik. Karena dengan mengenal dan mempelajari sejarah, maka generasi muda akan mengenal dirinya, daerahnya bahkan negaranya.

Heri menilai, pembelajaran sejarah bagi guru juga tidak kalah pentingnya. Sebab melalui guru atauu pengajar itulah pengetahuan sejarah ditularkan. 

"Maka acara pembelajaran sejarah ini kami anggap sangat penting. Peserta akan mendapat pengetahuan sejarah dari narasumber. Guru yang mendapat pembekalan pengetahuan sejarah akan menularkannya kepada anak didiknya," terang Heri Hudori.

Dengan mengenal sejarah daerahnya, lanjut Heri Hudori, maka siswa akan lebih memahami daerahnya sekaligus mencintai tanah kelahirannya.

"Betapa Banten ini kaya akan nilai-nilai sejarah. Jika tidak kita gali kekayaan itu, maka sejarah Banten hanya akan dinikmati oleh beberapa gelintir orang dan dipastikan generasi muda Banten tidak mengenal daerahnya sendiri," tegas Heri Hudori. (Luthfillah) 
 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler