DLH Duga Ada Oknum Memprovokasi Penolakan Pengiriman Sampah Tangsel ke TPA Cilowong, Siapa Dia? 

Selasa, 26 Oktober 2021 22:21 WIB

Share
Masyarakat Cilowong saat melakukan audiensi bersama Wali Kota Serang Syafruddin. (foto: Luthfi)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Persoalan kerjasama pengiriman sampah dari Pemkot Tangsel ke TPA Cilowong yang belakangan kembali mencuat, disinyalir ada upaya oknum provokator.

Pihak itu ingin membuat suasana menjadi keruh. 

Pasalnya, berdasarkan hasil audiensi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang bersama tokoh masyarakat serta beberapa pejabat kelurahan Cilowong persoalan pemberian dana kompensasi sudah disepakati sesuai dengan mekanisme aturan berlaku. 

"Sebelum mereka melakukan audiensi pada hari Senin (25/10/2021) kemarin, kami sudah melakukan audiensi bersama tokoh masyarakat di sana, dan mereka sudah sepakat dengan skema pemberian kompensasi sesuai dengan aturan dan kesepakatan yang berlaku," kata Sekdis DLH Kota Serang Roni Yurani saat dihubungi, Selasa (26/10/2021). 

Roni menuturkan, skema yang diatur itu yakni pemberian kompensasi dilakukan setelah perhitungan jumlah sampah yang masuk ke TPA Cilowong selesai dilakukan setiap triwulan sekali. 

"Untuk tahun ini, jika semua pengirimannya lancar terhitung sejak bulan Oktober 2021, dana yang masuk dari retribusi sampah itu sebesar Rp847 juta, ditambah dengan dana kompensasi sebesar Rp200 juta, jadi total Rp1,47 miliar. Sampai saat ini, dana retribusi itu baru terkumpul sebanyak Rp360 juta," jelas Roni. 

Namun dalam perjalanannya, ada oknum yang memprovokasi meminta uang kompensasi itu dibayarkan cash di depan dengan besaran yang di luar perhitungan yang dilakukan oleh Pemkot untuk tiga bulan terakhir ini. 

"Mereka minta dana kompensasi itu diberikan sekarang juga, cash, sebesar Rp2,5 miliar berdasarkan perhitungan 10 persen dana kompensasi untuk kurun waktu satu tahun," ucapnya. 

Roni menegaskan, jika memang oknum masyarakat itu akan melakukan penutupan TPA Cilowong, pihaknya mempersilakan saja itu dilakukan jika mampu. 

Roni melihat oknum provokator itu merupakan warga yang tempat tinggalnya cukup jauh dari lokasi TPA, yang pada saat audiensi pertama dilakukan ia tidak masuk yang dilibatkan. 

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler