Mantan Napiter Nilai Keberadaan Densus 88 Masih Diperlukan, Karena Efektif Tangani Teroris

Selasa, 12 Oktober 2021 21:55 WIB

Share
Densus 88 saat menangkap terduga teroris. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Mantan Napi Terorisme (Napiter) Haris Amir Falah menilai keberadaan Datasemen Khusus 88 (Densus 88) masih diperlukan.

Keberadaannya, sebut Haris, karena sangat efektif dalam menangani teroris.

"Saya melihat keberadaan Densus perlu dipertahankan. Pernyataan politikus itu jangan disamakan dengan pernyataan anak jalanan. Densus dengan payung hukum. Kritik itu harus bijak dan jangan membuat angin segar bagi terorisme,” kata Haris dalam Diskusi Trijaya Hot Topic Petang yang disiarkan Selasa (12/10/2021).

Haris menanggapi pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyebut bahwa Datasemen Khusus 88 atau Densus 88 Antiteror Polri sebaiknya dibubarkan. Pernyataan ini disampaikan Fadli lewat sebuah cuitan di akun Twitter pribadi @fadlizon.

Ia pun menilai keberadaan Densus 88 efektif dalam menangkal terorisme. Terbukti, terangnya, 80 napiter tobat dan kembali ke jalan yang benar.

"Kembali ke pangkuan Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dan mereka ingin mengamalkan Islam Rohmatan lil A’lamin," tutur Haris.

Ia menilai  ada peran ulama, dan peran Densus 88  luar biasa. Densus 88 itu tidak hanya pemberantasan, dan ada juga direktorat pencegahan dan sosial.

"Kadang saya melihat bahwa Densus jauh lebih humanis dari orang-orang di luarnya. Mereka mengejar teroris karena kesalahannya, namun setelah ditangkap perlakuannya humanis,” imbuh Haris.

Tindakan humanis Densus 88, ucapnya, tidak tercover media. Mereka (Densus 88) mendekatkan tersangka terorisme dengan pendekatan kemanusiaan.

“Bagaimana kita bisa bicara satu meja dan menghilangkan pengalaman pahit kita dan membangun Indonesia yang damai,” tuturnya.

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler