Trending Tagar #PercumaLaporPolisi, IPW Minta Kapolri Bersih-bersih Satuan Reserse 

Senin, 11 Oktober 2021 10:06 WIB

Share
Hasil screenshot #PercumaLaporPolisi yang sempat trending dalam dua hari sejak Rabu (6/10/2021) hingga Kamis (7/10/2021). (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tagar #PercumaLaporPolisi sempat trending di twitter setelah situs sebuah media online menuliskan artikel tentang penghentian kasus dugaan tiga anak yang diperkosa ayah kandungnya di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Indonesia Police Watch (IPW) menilai tagar tersebut menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Korps Bhayangkara.  

Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso,  mengatakan, tagar #PercumaLaporPolisi yang menjadi trending topik di twitter belakangan ini, harus menjadi bahan evaluasi bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mewujudkan Polri Presisi. 

Sebab, buntut dari penghentian kasus dugaan tiga anak yang diperkosa ayah kandungnya di  Luwu Timur  tersebut menciptakan isu berskala nasional yang dapat mencoreng institusi Polri. 

"Bahkan, mencuatnya Tagar #PercumaLaporPolisi itu, secara umum dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap korps baju coklat. Padahal, itu hanya terjadi dalam kasus di Polres Luwu, Polda Sulsel. Akibatnya, seperti kata peribahasa: "karena nila setitik, rusak susu sebelanga."," ucap Sugeng dalam keterangannya diterima Poskota.co.id Senin (11/10/2021).

IPW khawatir,  kasus-kasus lain dalam penegakan hukum yang tidak profesional dilakukan pihak kepolisian dengan tajam ke bawah tumpul ke atas. Oleh karena itu, sudah saatnya Kapolri Listyo Sigit  bekerja keras melakukan bersih-bersih di satuan reserse. 

Ia mengingatkan Kapolri  harus melakukan jurus seperti yang pernah dilakukan oleh mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) saat menghadapi kasus Gayus Tambunan. 

Saat itu beberapa anggota Polri terlibat. Karena itu, BHD mengeluarkan jurus dengan istilah "Ayo Kita Keroyok Reserse".

"Oleh karena itu, tagar #PercumaLaporPolisi menjadi pembelajaran berharga bagi institusi Polri untuk melakukan pembenahan dan perubahan ke depan. Terutama di bidang reserse yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat," terangnya.

Menurutnya, harus terdapat ruang agar semua pihak dapat memiliki hak menyampaikan sikapnya dalam gelar perkara yang menghadirkan pihak-pihak yang berpekara. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler