FKPT Launching Gerakan Kewaspadaan, Tidak Ada Ruang Untuk Paham Radikalisme di Banten

Senin, 11 Oktober 2021 15:42 WIB

Share
Foto bersama seusai launching Gerakan Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Membangun Narasi Media dalam Pencegahan Radikalisme. (foto Luthfi)

Begitu pula pada kasus bom di gereja katedral Makassar, penembakan di Mabes polri beberapa bulan yang lalu tentu saja menjadi pembelajaran bagi semua.

Disebutnya, tumbuh berkembangnya paham radikalisme di Indonesia semakin subur dan "pengantinnya" adalah kaum milenial usia 25-26 tahun

"Aksi terorisme bisa terjadi kapan dan dimana saja bahkan di Banten. Oleh karena itu kita harus meningkatkan kewaspadaan dini dan bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme yang sudah jelas bertentangan dengan nilai agama dan nilai luhur sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebhinekaan," ungkap Septo. 

Sehingga, sambungnya, seluruh komponen bangsa menjadi salah satu faktor yang penting untuk mencapai keberhasilan dalam menanggulangi terorisme. 

"Hal itu mengingat, negara melalui aparat pemerintah tidak bisa sendirian memerangi terorisme ini. Sehingga butuh keterlibatan semua pihak dalam melakukan upaya tersebut," tutupnya. (Luthfillah) 
 

Halaman
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler