FKPT Launching Gerakan Kewaspadaan, Tidak Ada Ruang Untuk Paham Radikalisme di Banten

Senin, 11 Oktober 2021 15:42 WIB

Share
Foto bersama seusai launching Gerakan Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Membangun Narasi Media dalam Pencegahan Radikalisme. (foto Luthfi)

"Sebagai daerah dengan penduduk muslim terbesar,  Banten memiliki banyak pengalaman hidup di tengah perbedaan, terutama dalam keragaman agama dan kepercayaan," ungkapnya. 

Septo menuturkan, ilai-nilai agama menjadi bahan yang paling digemari para pelaku teror sebagai bahan penyebaran konten negatif serta nonton fakta.

Media sebagai penyampai informasi seakan bergerak liar, saling memanfaatkan. 

"Dalam kondisi tersebut lemahnya literasi yang menyejukkan tentang keragaman dan perbedaan yang ada juga menjadi semakin marak dan menyebarnya virus radikalisme dan terorisme yang tumbuh subur di website dan akun medsos yang menyebarkan idiologi paham radikalisme," jelasnya. 

Lemahnya literasi tersebut,  lanjutnya, salah satunya disebabkan oleh kekurangan narasi pencegahan radikalisme dari media.

Oleh karena itu Pemprov Banten sangat mendukung kegiatan ini. 

"Sebab di Banten tidak ada tempat bagi para pelaku radikalisme untuk berkembang," tegasnya. 

Diakui Septo, menurut salah satu mantan narapidana terorisme, dulu perekrutan dilakukan secara langsung dan menyasar anak-anak muda. 

Tapi sekarang pembinaan bisa dilakukan secara daring dan bisa langsung dijadikan sebagai pengantin istilah untuk pelaku teror 

"Jadi tanpa bertemu mereka bisa menjadi seorang pengantin," katanya. 

Halaman
1 2 3
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler