FKPT Launching Gerakan Kewaspadaan, Tidak Ada Ruang Untuk Paham Radikalisme di Banten

Senin, 11 Oktober 2021 15:42 WIB

Share
Foto bersama seusai launching Gerakan Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Membangun Narasi Media dalam Pencegahan Radikalisme. (foto Luthfi)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Penduduk masyarakat Banten yang religius dan moderat tidak antipati terhadap perbedaan yang ada di sekitar masyarakat.

 

Bahkan perbedaan itu sudah menjadi bagian dari keseharian warga Banten yang tidak bisa dipisahkan. 

Untuk itu, di era digitalisasi ini masyarakat Banten diharapkan tetap kokoh terhadap tradisi dan budaya yang sudah terbangun sejak lama itu.

Jangan sampai karena sebuah perselisihan sedikit saja, kerukunan yang akrab itu menjadi hilang dan berubah menjadi sebuah perpecahan. 

Demikian dikatakan Asda I Setda Pemprov Banten Septo Kalnadi dalam sambutannya pada acara launching gerakan kewaspadaan dini masyarakat untuk membangun narasi media dalam pencegahan radikalisme.

Kegiatan launching ini digagas oleh Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Banten, Senin (11/10/2021). 

Septo mengungkapkan, di era digitalisasi ini arus informasi yang di dapat oleh masyarakat begitu cepat dan susah dibendung. Informasi itu sangat berbahaya apabila yang dikonsumsi mengandung nilai hasutan kebencian antar sesama. 

"Itulah yang membuat paham radikalisme rentan masuk ke kalangan manapun," ujarnya. 

Septo mengatakan, pencegahan ini menjadi agenda yang penting dilakukan mengingat keragaman budaya dan suku di Indonesia dan di Banten khususnya begitu banyak. 

Halaman
1 2 3
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler