Diduga Motifnya Dendam, Polisi Memburu Pelaku Pembunuhan Penjaga Pantai Marbella 

Senin, 11 Oktober 2021 12:51 WIB

Share
Tim forensik Biddokes Polda Banten saat melakukan autopsi jenazah Jujut, penjaga pantai Marbella di RSUD Panggung Rawi, Cilegon. (ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Jujut Armana (27), penjaga pantai di kawasan Bandulu tewas ditusuk oleh teman satu desanya sendiri berinisial SL alias Charli saat tidur di Pos BPBD Kabupaten Serang tepatnya di Pantai Marbella, Desa Bandulu, Kecamatan Anyar pada Minggu (10/10/2021).

Warga Kampung Ranca Lembang, Desa Bandulu, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang ini tewas sesaat setelah mendapat perawatan di Puskesmas Cinangka. Pelaku masih dalam pengejaran petugas dan motif dibalik kasus penganiayaan diduga berlatarbelakang dendam.

Personil Polsek Anyer bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon yang tiba di lokasi langsung mengamankan TKP. Sedangkan jasad korban yang semula berada di puskesmas dilarikan ke RSUD Panggung Rawi Kota Cilegon untuk dilakukan autopsi.

"Kami sudah lakukan proses autopsi atau bedah mayat terhadap jenazah yang diduga korban tindak pidana pembunuhan di RSUD Panggung Rawi Cilegon. Kita lakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban," ungkap dokter forensik Biddokes Polda Banten dr. Donald R kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Dikatakan Donald, autopsi terhadap jenazah diduga korban pembunuhan tersebut berlangsung selama 6 jam. "Untuk hasil autopsi nanti penyidik Satreskrim yang memberikan keterangan," kata Donald.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menambahkan, autopsi yang dilakukan tim dokter merupakan salah satu strategi penyidikan berbasis ilmiah atau criminal scientific investigation untuk mendapatkan informasi penting dalam mengusut sebuah kasus pembunuhan. 

"Dengan otopsi ini maka secara ilmiah akan didapat informasi penting tentang waktu kematian, sebab kematian dan informasi penting lainnya," terang AKBP Shinto Silitonga.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cilegon AKP Arief N Yusuf mengatakan pihak masih fokus melakukan penyelidikan keberadaan pelaku penganiayaan. Kasat memastikan dalam kasus penganiayaan dilakukan pelaku tunggal yang identitasnya sudah diketahui.

"Hasil penyelidikan, pelakunya tunggal. Untuk penyebab terjadi penganiayaan belum diketahui karena pelaku masih kita cari," tandasnya. 
(Rahmat Haryono)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler