BNPT Sebut 76 Persen Konten Keagamaan di Medsos Mengandung Unsur Intoleran

Senin, 11 Oktober 2021 15:54 WIB

Share
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Ahmad Nur Wahid (tengah). (Foto Luthfi)

Diakui Wahid, strategi kaum radikal dalam memecah persatuan bangsa itu ada tiga.

Pertama mereka membiaskan sejarah bangsa atau menyesatkannya, supaya hilang jadi diri dan kehormatan sebagai anak bangsa. 

"Lalu mereka menghancurkan budaya dan kearifan lokal dengan narasi bid'ah dan sesat. Silaturahmi dan gotong royong mereka tolak supaya timbul individu dalam kelompok masyarakat," katanya. 

Wahid menjelaskan, kalau masyarakat sudah tidak peduli lagi dengan itu semua, masyarakat akan berindividu dan berpotensi untuk dipecah belah. 

"Lalu mereka juga selalu mengembangkan narasi paradigma intoleran terhadap keberagaman yang sudah menjadi sunnatullah dan realita bangsa ini yang majemuk dan pluralisme," ungkapnya. 

Makanya, lanjutnya, pihaknya mengajak kepada seluruh media dan masyarakat untuk mewaspadai terhadap konten-konten itu dan mengedepankan konten persatuan dan toleransi serta kebersamaan.

"Kemudian menghormati keberagaman untuk mencintai tanah air dan bangsa demi persatuan bangsa," tutupnya. (Luthfillah) 

Halaman
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler