BNPT Sebut 76 Persen Konten Keagamaan di Medsos Mengandung Unsur Intoleran

Senin, 11 Oktober 2021 15:54 WIB

Share
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Ahmad Nur Wahid (tengah). (Foto Luthfi)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Sekira 67 persen konten-konten keagamaan di media, terutama Media Sosial (Medsos), lebih didominasi oleh konten keagamaan yang intoleran dan radikal. 

Demikian disebutkan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Ahmad Nur Wahid, Senin (11/10/2021).

Menurutnya, sekira tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei terkait peranan media di dalam kaitannya dengan terorisme dan radikalisme. 

"Hal ini perlu kewaspadaan kita semua apalagi peran media sangat signifikan dalam memecah-belah masyarakat," katanya.

Ahmad Nur Wahid menyampaikannya saat menjadi Narasumber dalam acara launching Gerakan Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Membangun Narasi Media dalam Pencegahan Radikalisme yang digagas oleh FKPT Banten.

Untuk itu, lanjutnya, peran media sangat signifikan dalam melakukan kontra radikalisasi, terutama kontra idiologi, propaganda dan kontra narasi, terutama narasi keagamaan. 

"Makanya pendekatan bidang agama, seni dan budaya dan bidang perempuan dan anak terus kami lakukan sebagai bentuk pencegahan," katanya. 

Selain itu, lanjutnya, BNPT juga melakukan pendekatan bidang pemuda dan pendidikan kemudian bidang media sebagai propaganda ataupun media kontra narasi terhadap serangan terorisme dan radikalisme.

Kemudian dalam bidang riset BNPT melakukan penelitian. 

"Penelitian itu dilakukan untuk melihat sejauh mana kekuatan radikalisme dan terorisme menyebar, dan melakukan mapping potensi kemunculannya melalui Indeks kemunculan terorisme yang ada di masing-masing Provinsi," ungkapnya. 

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler