Kembali Berulah, Irjen Napoleon Bonaparte Sodorkan Surat Pencabutan Laporan Penganiayaan ke Muhamad Kece 

Minggu, 10 Oktober 2021 19:30 WIB

Share
Korban penganiayaan Muhamad Kece dan Irjen Napoleon Bonaparte.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -  Kasus penganiayaan yang dialami tersangka penista agama Muhamad Kece oleh terpidana suap dan penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte masih terus berkepanjangan.

Terbaru, beredar surat pencabutan laporan oleh Kece.

Menurut, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian mengatakan, surat tersebut bukan dibuat Kece, melainkan dibuat Irjen Napoleon.

“Tidak benar, karena oleh korban MK diakui surat tersebut bukan dibuat oleh dirinya, tapi dibuat oleh salah satu tersangka,” kata Andi dalam keterangannya, Minggu (10/10/2021). 

“Surat dibuat oleh salah satu tersangka atas perintah NB,” sambungnya.

Andi menyebut, surat yang sudah dibuat tersebut lalu disodorkan ke Muhamad Kece untuk ditandatangani. Hal itu merupakan pengakuan Kece langsung.

 “Kemudian disodorkan kepada korban untuk ditandatangani,” katanya.

Sebelumnya dibetitakan Irjen Napoleon Bonaparte akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang lantaran sudah divonis oleh putusan Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. Jumat (8/10/2021).

Pemindahan terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buron Djoko Soegiarto Tjandra itu dikoordinasikan ke Mahkamah Agung (MA). 

"(Irjen Napoleon) tahanan hakim, sedang kami koordinasikan untuk dipindahkan ke lapas Cipinang," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto kepada wartawan.

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler