Hadapi Tantangan Era Industri 4.0, Tenaga Pendidik Wajib Punya Kemampuan Public Speaking yang Baik

Minggu, 10 Oktober 2021 09:57 WIB

Share
Kegiatan zoom tentang asah kemampuan public speaking bagi tenaga pendidik. (dok.Kominfo)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristekdikti) gelar asah kemampuan public speaking bagi para tenaga pendidik lewat kelas mengajar online.
      
Kelas mengajar online digelar  melalui aplikasi zoom webinar, serta disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Siberkreasi, Kemkominfo TV, Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar, Pendidikan.id, serta Facebook Page Siberkreasi, Sabtu (9/10/2021).
      
Dengan pembicara,  Nadia Mulya (Fasilitator & Founder CommPassion), dan dimoderatori oleh Harya Rifky Pratama, serta hadir memberikan sambutan Dirjen PAUD, Dikdas & Dikmen Kemendikbud Ristekdikti, Jumeri  dan Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan,  sebagai keynote speaker.
       
Dirjen Jumeri mengatakan jika pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas terutama bagi para pendidik merupakan langkah mutlak yang harus dilakukan guna menghadapi tantangan era industri 4.0.

      
"Tidak hanya mengandalkan kemampuan akademis dan mengajar saja, kualitas tenaga pendidik di Indonesia juga perlu dibarengi melalui berbagai soft skill (keterampilan) guna meningkatkan kecerdasan emosional sehingga mampu membawa putra-putri terbaik Indonesia menjadi generasi unggul dan maju," tutur Jumeri.
    
 Ia menambahkan salah satu soft skill yang perlu dibekali kepada tenaga pendidik adalah public speaking. Ini merupakan sebuah kunci untuk dapat menyampaikan informasi, ide, gagasan, serta ilmu.
   
 "Dengan adanya kemampuan public speaking yang baik dan mumpuni tentunya akan memudahkan dalam menyampaikan visi dan gagasannya serta dapat meyakinkan kepada publik,” kata Dirjen Jumeri.
     
Sedangkan Dirjen Semuel juga dalam sambutannya menyatakan semua pihak harus mempercepat kerja sama dalam mewujudkan agenda transformasi digital Indonesia.

    
 "Salah satu pilar pentingnya adalah dengan menciptakan masyarakat digital, di mana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya," terang Samuel.
    
 Ia menjelaskan kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” ujar Dirjen Semuel.
       
Nadia Mulya mengutarakan  bahwa tenaga pendidik adalah sebagai sender atau yang memberikan informasi. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk mengasah kemampuan public speaking yang ia istilahkan dengan YMCA (yourself, message, channel, audience).
    
 Yourself artinya diri sendiri atau yang menyampaikan pesan, lalu message adalah pesan yang ingin disampaikan, channel adalah kanal atau saluran untuk menyampaikan pesan tersebut. Sementara audience adalah yang menerima pesan.

     
 "Hal paling basic yang perlu ada dalam public speaking adalah dengan mulai memanaskan dan mempersiapkan alat vokal, pahami grogi, dan mulailah belajar menguasai komunikasi verbal dan nonverbal,” kata Nadia. 
(Agus Johara)

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler