Arab Saudi Terapkan Karantina untuk Ibadah Umrah, MUI:Buang-buang Waktu!  

Minggu, 10 Oktober 2021 13:02 WIB

Share
Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI KH Abdullah Jaidi. (Dok:MUI)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi akan membuka penyelenggaraan  ibadah umrah bagi jemaah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan lantaran perkembangan pandemi Covid-19 di tanah air semakin membaik. 

Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI KH Abdullah Jaidi menilai banyak membuang waktu jika pelaksanaan ibadah umrah  masih menerapkan sistem karantina.
      
"Dalam pengumuman pemerintah Arab Saudi tetap mensyaratkan karantina 5 hari di Jeddah sebelum masuk Kota Mekkah," terang Abdullah Jaidi yang dihubungi di Jakarta, Minggu (10/10/2021).
       
Ketua Dewan Syura Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini mengatakan, calon jamaah umrah juga nantinya harus menjalani karantina selama 8 hari di tanah airsaat akan berangkat ke tanah suci.
 

    
"Pelaksanaan umrahnya mungkin ada yang 7 hari, 9 hari. Belum lagi kalau ada ketentuan karantina saat akan pulang ke tanah air. Ini tentu akan membuang waktu," papar Abdullah Jaidi.
       
Persoalan waktu, lanjut Abdullah Jaidi, dengan penerapan karantina akan memakan biaya yang tidak sedikit. Karena biaya sewa hotel karantina itu pasti akan ditanggung calon jemaah umrah.
     
"Mungkin biaya  karantina di Arab Saudi tidak bayar karena ditanggung Pemerintah setempat," papar Abdullah Jaidi.
     
Sebab itu, lanjut Jaidi, pembukaan penyelenggaraan ibadah umrah ini harus menjadi pertimbangan perusahaan travel umrah di Indonesia.

     
"Soal biaya mungkin bagi orang yang memiliki uang tidak masalah, tapi persoalan waktu yang akan menjadi kendala mereka," utara dia.
     
Ia mengakui, pengumuman pembukaan umrah tersebut memberikan kabar baik dan membuka peluang kepada kaum muslimin Indonesia yang sudah rindu untuk berangkat ke tanah suci.
       
"Namun kendalanya itu tadi untuk melaksanakan ibadah umrah dalam situasi yang masih pandemi ini selain mendorong kenaikan biaya, juga banyak waktu yang terbuang karena harus menjalani karantina," papar  Jaidi.
      
Sebab itu, dia menyarankan untuk bersabar bagi mereka yang memiliki keinginan untuk pergi ke tanah suci. Karena masih banyak kegiatan baik yang bisa dilakukan di tanah air, seperti dengan bersedekah dengan membantu mereka yang kesusahan sebagai dampak pandemi Covid-19.

"Jangan sampai terjadi kita memaksakan diri agar bisa  umrah tapi ada saudara, tetangga kita   hidupnya dalam kesusahan," Abdullah Jaidi menandaskan.
(Agus Johara)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler