Begini Tim BPCB Temukan Tiga Titik Jalur Air Peninggalan Kesultanan Banten, Diperkirakan Sejak Tahun 1703

Sabtu, 9 Oktober 2021 08:31 WIB

Share
Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten menemukan tiga titik jalur air peninggalan Kesultanan Banten. (foto Luthfi)

Kalau posisi batanya menggantung dan sudah tidak ada lagi nanti ditutup lagi galiannya. 

"Kami ingin tahu sistem yang digunakan zaman dulu itu seperti apa. Selama ini kan disebutnya ada pangindelan untuk mengendapkan air dari Tasikardi ke Surosowan, sampai di Surosowan air yang tadinya keruh jadi jernih. Nah, kami ingin tahu apa itu benar dan bagaimana sistemnya," jelasnya. 

Dalam proses penggaliannya, lanjut Bayu, alat yang digunakan selama proses ekskavasi yakni rimbas atau petel, kape, tambang ukuran 3 mili warnanya disesuaikan dengan lingkungan sekitar, meteran rol, palu, cangkul, garpu dan lainnya. 

"Selama penggalian ini di bawah permukaan tanah sedikit ditemukan temuan, ada kayu pasat, pecahan keramik ada beberapa," ungkapnya. 

Bayu menjelaskan jika ekskavasi itu dilakukan bukan untuk difungsikan kembali. Hal itu mengingat sumber air di danau Tasikardi lingkungannya sudah berubah. 

"Hasil dari kegiatan ekskavasi ini akan dibuat animasi tentang sistem saluran air zaman kesultanan, untuk kemudian dijadikan sebagai edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat seperti apa sebetulnya pangindelan ini," jelasnya. 

Dijelaskan Bayu, kegiatan ini merupakan salah satu program BPCB di tahun ini untuk mengetahui sistem jalur air dari Tasikardi ke Surosowan.

"Pihaknya juga berencana akan mengadakan penelitian dari Tasikardi ke Surosowan yang memiliki jarak 2 kilometer," tutupnya. (Luthfillah) 


 

Halaman
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler