Warga Korban Penipuan Iming-iming jadi Pegawai Samsat Malimping Harus Siapkan Uang Dalam Itungan Jam

Jumat, 8 Oktober 2021 18:26 WIB

Share
Sofik, seorang petani menjadi salah satu korban penipuan iming-iming jadi pegawai Samsat Malimping. (Foto: Yusuf Permana) 

LEBAKPOSKOTA.CO.ID- Sofik, orang tua dari Soleh yang menjadi salah satu  korban penipuan yang dilakukan oleh H (51),  menceritakan bagaimana dirinya bisa tertipu belasan juta oleh pelaku yang disebut-sebut  sebagai perantara alias calo itu. 

Diungkapkannya,  ia dikenalkan kepada pelaku oleh Jubaedin,  warga Kampung Citeureup,  Desa Rahong,  Kabupaten Lebak,  Banten pada bulan Mei 2021. Jubaedin sendiri diketahui juga menjadi korban dari pelaku H.

Ia ditawarkan untuk mempekerjakan anaknya yakni Sofik di UPTD Samsat Malimping.  Namun,  itu tidak gratis.  Ia diharuskan untuk membayar kepada sebesar Rp 20 juta. 

"Saya diminta bayar oleh H untuk memasukan anak saya ke Samsat tanpa tes sebesar Rp 20 juta.  Tapi saya baru bayar Rp17,5 juta. Itu juga beberapa kali bayar," katanya saat ditemui,  Jum'at (8/10/2021).

Sofik yang sehari-hari  bekerja sebagai petani ini mengaku tidak diberikan banyak kesempatan oleh pelaku untuk proses jadi pegawai.  

Ia hanya  diberikan waktu sekitar 2 jam untuk memberikan sejumlah dana kepada pelaku. Karena jika tidak,  anaknya  tidak akan dimasukan ke dalam data base

"Saya cuma dikasih waktu 2 jam buat nyari uangnya. Tapi waktu itu lagi enggak ada uang, jadinya minjem. Itu pun baru Rp17 juta," kata Sofik.

Ia pun merasa kecewa atas penipuan yang dilakukan H itu. Sofik hanya berharap anaknya, Soleh mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Saya sudah capek terus dijanji-janjikan sama pelaku. Jadi sekarang kita ambil proses hukum aja," pungkasnya.

(Yusuf Permana)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler