Hadeh, Indonesia dapat Peringatan dari Badan Anti Doping Dunia, ini Penjelasan Menpora

Jumat, 8 Oktober 2021 20:08 WIB

Share
Zainudin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga saat membeberkan upaya Indonesia untuk mengklarifikasi surat peringatan dari badan anti doping dunia. (Foto: tangkapan layar zoom)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali memberi komentar terkait peringatan yang didapat Indonesia dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA). 

Sebagaimana diketahui Indonesia baru saja diberi peringatan oleh WADA karena dianggap tidak mematuhi peraturan yang berlaku.

Dengan kejadian tersebut, Indonesia terancam tidak bisa menggelar pertandingan olahraga berskala regional, kontinental atau internasional.

Menanggapi hal tersebut, Zainudin membenarkan adanya surat dari WADA. Namun begitu, Menpora mengatakan Indonesia masih memiliki waktu 21 hari untuk mengklarifikasi persoalan itu.

"Memang benar kita mendapatkan surat dari WADA itu tentang dianggap ketidakpatuhan," kata Zainudin dalam jumpa pers secara virtual, Jumat (8/10/2021).

Setelah melakukan koordinasi dengan LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia) Menpora mengungkapkan penyebab Indonesia ditegur oleh WADA adalah karena pengiriman sampel.

Pada tahun 2020, lanjut Zainudin, sebenarnya Indonesia sudah berencana  untuk memberikan sampel. Namun ternyata ada kejadian tak terduga yaitu pandemi Covid-19.

"Pada tahun 2020 kita memang merencanakan akan memberikan sampel yang itu kita buat perencanaannya pada sebelumnya, tetapi kita tidak menyangka bahwa pada bulan Maret kita terkena Covid-19 dan itu berkepanjangan bahkan sampai sekarang," jelas Menpora 

"Sehingga tidak ada kegiatan-kegiatan olahraga yang bisa kita jadikan sampel untuk anti doping pada saat pelaksanaan kegiatan. Ini yang menyebabkan tidak terpenuhi sampel itu." tambahnya.

Namun untuk tahun 2021 ini, kata Zainudin, tidak perlu khawatir karena masih ada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk bisa mendapatkan sampel.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler