Dirugikan Puluhan Juta Rupiah, Begini Kronologis Penipuan Calo PNS Samsat di Malimping

Jumat, 8 Oktober 2021 20:59 WIB

Share
Jubaedin, salah satu korban penipuan calo berinisial H dan oknum guru berinisial S usai melaporkan kejadian itu ke polisi.(Foto: Yusuf Permana)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 10 warga Kabupaten Lebak mengaku telah menjadi korban penipuan H (51) calo yang menjanjikannya menjadi PNS di UPTD Samsat, RSUD Malimping, dan juga Dinas PUPR Lebak. Akibat ulahnya, warga dirugikan hingga puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penipuan bermula ketika bulan Mei 2021, pelaku yang menawarkan jasa yang bisa memasukan orang ke tiga instansi itu tanpa tes. Namun, para korban sebelumnya harus terlebih dahulu membayar jasa dirinya. Tarifnya pun berbeda-beda, mulai dari 5 hingga 17 juta rupiah per orangnya.

Para korban sendiri diketahui merupakan warga Kecamatan Wanasalam, dan Kecamatan Malimping. Usut punya usut, H tidak beraksi sendirian. Dia dibantu oleh oknum PNS yang merupakan seorang guru di salah satu SMP di Kecamatan Malimping. Oknum itu diketahui berinisial S.

"Ya, H dan S ini masih saling terikat. Ada tiga orang warga Wanasalam yang tertipu oleh S, dan 7 orang warga saya (Desa Rahong, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak,-red) yang tertipu oleh H," kata Kepala Desa Rahong, Ubed Jubaedi kepada wartawan, Jum'at (8/10/2021).

Ubed mengatakan, H sendiri merupakan seorang pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Meski demikian, H dikenal memiliki relasi dan dekat dengan pejabat Pemerintah Provinsi Banten. Sehingga H kini terkenal sebagai perantara alias calo.

Diungkapkan, sebelumnya H sempat menjanjikan akan segera mempekerjakan para korban yang sudah membayar kepadanya. Namun, janji itu tinggal janji. Hingga kini kenyataannya para korban masih saja menganggur.

"Di sana para korban terus menagih janji H. Pada bulan Agustus lalu, H membuat surat pernyataan yang berisi akan segera mengembalikan uang para korban. Namun hingga kini janji itu juga tinggal janji," terang Ubed.

Dirinya pun kini bersama dengan para warga yang menjadi korban penipuan H itu telah melaporkan H dan S kepada pihak kepolisian dengan barang bukti berupa kwitansi pembayaran.

"Kita ingin uang para korban dikembalikan. Pelaku dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku," pungkasnya.

(Yusuf Permana)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler