Pakar Hukum: 57 Eks Pegawai KPK Jadi Polisi Kusus Pelacakan Aset Tindak Pidana Korupsi

Kamis, 7 Oktober 2021 10:50 WIB

Share
Azmi Syahputra. (dok pribadi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Pakar Hukum Azmi Syahputra bicara rencana Polri menarik 57 eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Polri.

Rencana tersebut layak untuk diapresiasi niat baik Kapolri.

Sebab, katanya, merupakan sebuah sikap dari kebijaksanaan dan fungsinya memimpin dalam menyelenggarakan, dan mengendalikan kebijakan teknis  kepolisian dan penyelenggaraan kegiatan operasional kepolisian. 

"Kalau SDM  ini dikelola dengan tepat dan punya formula yang pas, hal ini dapat menjadi penguatan kewenangan kepolisian dan menjadikan sinergis koordinasi antar lembaga penegak hukum," katanya, Kamis (7/10/2021).

Karenanya, beber Azmi, perlu pula kejelasan identifikasi  sejak awal dan  disikapi dengan cermat penempatan atas 57 personil mantan pegawai KPK ini dan batasan kewenangannya apakah berorientasi pada pencegahan (preventif) atau pada fungsi pemberantasan (represif).

"Karena eks pegawai KPK ini mempunyai karakteristik kemampuan khusus dan telah mumpuni terkait pengalaman kerjanya di KPK selama ini," ucap Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti.

Sehingga, lanjut Azmi,  tim ini harus  diberikan keleluasaan kewenangan dan akses. Kalaupun akan dibentuk menjadi  polisi  bagian khusus,  apalagi diperuntukkan demi menjaga dan menyelamatkan keuangan dan kekayaan negara. "Misal diberi kewenangan pelacakan aset pelaku tindak pidana korupsi dan penyadapan," katanya.

Sehingga melalui fungsi  tim khusus Polri ini akan terbentuk, maka  tidak ada  tempat yang aman untuk menyembunyikan aset maupun harta dari tindak pidana korupsi.

"Karena Polri mulai bekerja melakukan pelacakan aset, pengembalian aset termasuk dapat melakukan  perampasan aset  hasil korupsi pada negara guna mengembalikan kerugian keuangan dan perekonomian negara," tutup Azmi Syahputra. (rizal)

Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler