Kisah Tiga Anak Diperkosa Bapak Kandung, Lapor ke Polisi, Penyelidikan Malah Dihentikan 

Kamis, 7 Oktober 2021 16:44 WIB

Share
Foto dan grafis yang menjadi trending di Twitter terkait kekerasan seksual anak di bawah umur.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID- Hari ini, Kamis (7/10/2021) tagar #PercumaLaporPolisi dan ‘Tiga Anak Saya Diperkosa’ trending di jagat media sosial Twitter. 

Mengutip sebuah situs dari projectmultatuli.org yang menjadi trending di medis sosial itu menceritakan tentang perjuangan seorang ibu kepada tiga anaknya selama dua tahun belakangan ini.

Sang ibu, sebut saja Lydia, harus berhadapan dengan hukum yang tumpul. Ketiga anaknya menjadi korban kekerasan seksual bapak kandungnya sendiri. Berbagai upaya hukum sudah dilakukan. Namun hingga kini, pelaku masih bebas melenggang.

Dalam lead artikel di situs tersebut, narasi diawali dengan sebuah peringatan bahwa artikel ini mengandung konten eksplisit yang dapat memicu tekanan emosional dan mental bagi pembaca. 

“Kami menyarankan anda tidak meneruskan membacanya. Kami lebih menyarankan artikel ini dibaca oleh polisi Indonesia,” saran dari artikel tersebut.

“Jika kamu menulisnya,” katanya, “apa yang akan berubah?” “Kami mengandalkan polisi. Kami melaporkannya. Lalu apa? Pelaku masih bebas.” Demikian tulisan pembuka di  artikel tersebut.

Ya, Lydia melaporkan pemerkosaan yang dialami ketiga anaknya. Semuanya  masih berusia di bawah 10 tahun. Terduga pelaku adalah mantan suaminya atau ayah kandung mereka sendiri, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang punya posisi di kantor pemerintahan daerah. 

Polisi menyelidiki pengaduannya, tapi prosesnya diduga kuat penuh manipulasi dan konflik kepentingan. Hanya dua bulan sejak ia membuat pengaduan, polisi menghentikan penyelidikan. 

Bukan saja tidak mendapatkan keadilan, Lydia bahkan dituding punya motif dendam melaporkan mantan suaminya. Ia juga dibully sebagai orang yang mengalami gangguan kejiwaan. 

Serangan ini diduga dipakai untuk mendelegitimasi laporannya dan segala bukti yang ia kumpulkan sendirian demi mendukung upayanya mencari keadilan.

Halaman
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler