Bukti Medis dari RS Polri Keluar, Pelaku Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI jadi Tersangka 

Kamis, 7 Oktober 2021 22:12 WIB

Share
Polres Metro Jakarta Pusat bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) gelar konferensi pers terkait dugaan kasus pelecehan seksual dan perundungan terhadap MS. (Foto: Ardhi Ridwansyah)

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Muhammad Mualimin, tim kuasa hukum MS, korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di kantor KPI masih menunggu hasil pemeriksaan psikiatri forensik di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hasil itu nantinya akan digunakan untuk menaikkan status hukum terhadap para terlapor.

"Penyidik Polrestro Jakarta Pusat masih menunggu hasil pemeriksaan psikiatri forensik RS Polri. Polres menunggu bukti medis psikiater RS Polri untuk menaikkan status hukum dan menggelar perkara," ujar Mualimin ketika dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Seperti diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan terhadap korban MS sampai saat ini masih terus bergulir di Mapolrestro Jakarta Pusat. Penyidik Reskrim Polrestro Jakarta Pusat masih terus melakukan penyelidikan.

"Kamis depan rencananya korban bersama istri dan ibunya akan ke RS Polri untuk pemeriksaan psikis lanjutan, guna melengkapi alat bukti," kata Mualimin.

Lebih lanjut Mualimin mengatakan, jika pemeriksaan di RS Polri sudah tuntas, maka nanti hasilnya akan dipergunakan oleh tim penyidik.

"Hasil pemeriksaan MS di RS Polri akan digunakan oleh Polrestro Jakarta Pusat untuk menggelar perkara," ujarnya.

Hingga saat ini, tim kuasa hukum MS masih terus melakukan pendampingan terhadap korban dan pihak keluarga.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan yang menimpa MS ini mencuat setelah ia menulis surat terbuka yang kemudian viral di media sosial pada Rabu 1 September lalu.

Dalam surat terbuka itu, MS mengaku sudah menjadi korban perundungan sejak ia bekerja di KPI pada 2012. Bahkan ia juga sempat mengalami pelecehan seksual oleh lima orang rekan kerjanya pada 2015 di ruang kerja.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler