BNN Selidiki Rekening Jumbo Transaksi Narkoba Rp 120 Triliun 

Kamis, 7 Oktober 2021 21:04 WIB

Share
Ilustrasi Narkoba jenis sabu.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID- Badan Narkotika Nasional (BNN) akan menyelidiki temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening jumbo yang diduga bertalian dengan transaksi narkoba yang totalnya mencapai Rp 120 triliun. 

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono menyampaikan pihaknya segera berkoordinasi dengan PPATK untuk membahas tindaklanjut temuan itu. 

"Apakah transaksi Rp 120 triliun itu benar-benar terkait dengan transaksi narkotika, atau yang mungkin orang-orang yang mungkin memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan transaksi narkotika," katanya kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Menurut dia selama ini, BNN dengan PPATK sudah bekerja sama dalam mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus transaksi narkoba sehingga koordinasi akan berjalan lancar. 

Meski PPATK berwenang menelusuri transaksi yang tak wajar, namun PPATK bukan tergolong penegak hukum sebagaimana BNN dan Bareskrim Polri yang mampu mengusut wilayah TPPU.  

"Banyak sekali yang harus dilakukan selain dengan PPATK. Tentu saja kita akan mengecek apakah keseluruhan transaksi tersebut benar-benar transaksi narkotika atau transnasional crime (kejahatan melibatkan jaringan lebih dari satu negara) lainnya," terangnya. 

Dikabarkan sebelumnya, Kepala PPATK, Dian Ediana Rae mengatakan, jika pihaknya menemukan transaksi keuangan terkait jual beli narkoba senilai lebih dari Rp 120 triliun. Hal tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Rabu (29/9/2021). 

"Sangat luar biasa sebetulnya concern kami terhadap narkotika. Kami sudah mengumumkan beberapa temuan Pak. Seingat saya ada yang Rp 1,7 triliun, ada yang Rp 3,6 triliun, Rp 6,7 triliun, Rp 12 triliun. Bahkan sebetulnya kalau hitung-hitungan kami Pak, angkanya itu bahkan melampaui angka Rp 120-an triliun, Pak," ucap Dian, Rabu pekan lalu.  
(Ardhi Ridwansyah/PKL04/yh) 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler