Korupsi Masker di Dinkes Provinsi Banten, PN Serang Hadirkan 3 Terdakwa 

Selasa, 5 Oktober 2021 14:21 WIB

Share
Selain Wahyudin, PN Serang juga menghadirkan dua terdakwa lainnya yakni Agus Suryadinata selaku pihak terkait dan Lia Susanti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan pengadaan masker di Dinkes Provinsi Banten (Foto: Luthfillah)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Pihak PT Right Asia Medika (RAM) mengaku hanya meminjamkan bendera saja kepada penyuplai masker KN95 yakni PT Berkah Mandiri Manunggal (BMM). 

Hal itu dilakukan mengingat PT RAM tidak mempunyai kecukupan modal untuk melakukan pengadaan sebanyak 15 ribu pcs masker dengan harga satuan sebesar Rp 88.000/pcs dengan total anggaran sebesar Rp 1,3 miliar. 

Namun sebagai pemain yang sudah lama berkecimpung dalam pengadaan alat kesehatan (Alkes), PT RAM meminta kepada rekanannya yakni PT BMM untuk bisa mengerjakan proyek yang ia dapatkan. 

"Saya hanya mendapatkan fee pinjam bendera dari pekerjaan ini sebesar Rp 200 juta, yang mengerjakan secara teknis itu Pak Agus," kata terdakwa Dirut PT RAM Wahyudin Firdaus saat memberikan kesaksian pada persidangan di PN Serang, Selasa (5/10/2021). 

Selain Wahyudin, PN Serang juga menghadirkan dua terdakwa lainnya, yakni Agus Suryadinata selaku pihak terkait yang pernah memperkenalkan diri ke Dinkes Banten sebagai kerabat di lingkungan Polda Banten dan Lia Susanti selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam kegiatan pengadaan masker di Dinkes Provinsi Banten. 

Wahyudin mengakui, dari keuntungan sebesar itu ia gunakan sebagiannya untuk membagikan kepada pihak-pihak lain. 

"Untuk siapa-siapanya saya lupa pak hakim," katanya saat ditanya terkait pembagian uang keuntungan oleh hakim ketua Slamet Widodo. 

Diakui Wahyudin, sebagai Dirut PT RAM yang baru diangkat sejak Februari 2020, ia belum mengetahui terkait pengadaan masker di Dinkes Provinsi Banten. Namun setelah ada telpon dari Agus yang berniat akan menggunakan perusahaannya dalam pengadaan masker, dan konfirmasi ke Dinkes Banten juga membenarkan adanya kegiatan itu, akhirnya Wahyudin menyetujui permintaan Agus. 

"Waktu itu saya konfirmasi ke pak Ujang yang ada di Dinkes Provinsi Banten, dia membenarkan bahwa ada kegiatan pengadaan masker," katanya. 

Dalam perjalanannya, lanjut Wahyudin, memang terjadi beberapa kali perubahan harga, karena memang pada saat itu kondisi masker sedang langka-langkanya. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler