AS Didakwa Memalsukan Invoice Pembayaran Masker yang Diserahkan ke Dinkes Banten

Selasa, 5 Oktober 2021 18:19 WIB

Share
Suasana persidangan yang menghadirkan tiga terdakwa dalam kasus korupsi masker di Dinkes Banten. (Foto Luthfi)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Sampai saat ini fakta persidangan masih melihat Terdakwa AS sebagai pemain tunggal dalam kasus pengadaan masker KN95 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten.

Dalam kasus tersebut kerugian negara sebesar Rp1,680 miliar.

Berdasarkan pengakuan AS dalam persidangan yang digelas di PN Serang, Selasa (5/10/2021), bahwa dirinya mencari masker itu dari mulai online, ke pengepul sampai ke pihak-pihak perusahaan penyedia termasuk PT BMM.

Dari pencarian itu kemudian AS mendapat gambaran harga real di lapangan antara Rp140.000-150.000/pcs masker jenis KN95.

Sedangkan dari PT BMM meberikan harga Rp88.000/pcs, lebih murah.

Setelah itu kemudian ia menghubungi WHY selaku Direktur Utama (Dirut) PT RAM untuk membuat penawaran ke Dinkes Provinsi Banten dengan harga Rp250.000/pcs.

“Pada waktu itu saya belum dapet barangnya dengan jumlah pesanan sebanyak 10.000 pcs. Baru kisaran harga saja, terlebih dari PT BMM yang sudah siap memberikan sejumlah pesanan yang diminta,” kata AS.

Meskipun belum mengetahui ketrsediaan barang maskernya, namun AS memberanikan diri untuk membuat penawaran harga dengan alasan takut pihak Dinkes memilih perusahaan yang lain terlebih dahulu.

“Akhirnya kemudian Dinkes memanggil dirinya dan melakukan penawaran harga menjadi Rp200.000/pcs belum termasuk pajak, dengan penambahan jumlah pesanan menjadi 15.000 psc,” ungkapnya.

Namun kemudian pihak PT BMM tidak mau mengubah invoice harga satuan masker KN95 itu.

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler