6 Kecamatan di Luwu Diterjang Banjir Bandang, 3 Orang hilang, 20 Dirawat, 12 Ribu Warga Terisolir 

Senin, 4 Oktober 2021 12:22 WIB

Share
Kondisi banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang menelan korban jiwa hilang dan belasan ribu warga mengungsi.(BNPB)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tiga orang hilang dan 20 lainnya dirawat akibat banjir bandang dan tanah longsor di enam kecamatan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
      
Selain itu, sebanyak 12.000 jiwa terisolir di Kecamatan Walenrang Barat. Sedangkan empat unit rumah rusak berat, dua unit rumah hanyut dan 60 unit rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) berkisar antara 1-3 meter.
      
Hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu sore (3/10/2021)  memicu terjadinya luapan sungai Batusitanduk sehingga menyebabkan banjir bandang di wilayah administrasi Kabupaten Luwu. Selain banjir bandang, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah tersebut. 

Demikian disampaikan Abdul Muhari, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangannya yang diterima Senin (4/10/2021).

Abdul Muhari menjelaskan, pendataan sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, banjir bandang dan tanah longsor itu telah berdampak di enam kecamatan yang meliputi Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lemasi dan Lemasi Timur.
       
Sementara itu, korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor ada sebanyak 127 jiwa.  27 warga di antaranya mengungsi di Kecamatan Walerang Utara dan 100 warga mengungsi di masjid-masjid di Kecamatan Walenrang Timur.

BPBD Kabupaten Luwu juga melaporkan bahwa ada empat orang hilang atas peristiwa tersebut. Dari keempat orang tersebut, satu telah ditemukan dalam kondisi selamat dan tiga lainnya masih dalam pencarian.

Sementara itu, ada 20 orang yang sebelumnya dirawat secara intensif di Puskesmas Lamasi kini telah kembali ke kediaman masing-masing.

Dalam upaya percepatan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut, BPBD Kabupaten Luwu telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama-sama tim gabungan membantu warga untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Beberapa bantuan logistik dan peralatan juga telah didistribusikan BPBD Kabupaten Luwu kepada para penyintas. Kendati demikian, tenda pengungsi dan logistik lainnya masih menjadi hal yang sangat dibutuhkan.
       
Informasi terkait peristiwa banjir bandang dan tanah longsor Kabupaten Luwu sebelumnya telah banyak beredar di tengah masyarakat dalam bentuk video dan informasi lainnya.
     
Di antara beberapa rekaman video dan informasi tersebut juga muncul kabar yang menyatakan bahwa peristiwa itu telah menyebabkan 28 orang hilang.

Terkait kabar tersebut, BPBD Kabupaten Luwu memastikan bahwa informasi itu adalah tidak benar. Guna menghindari adanya berita yang tidak benar yang dapat menimbulkan keresahan, masyarakat diharapkan dapat memperbarui informasi terkait peristiwa banjir bandang dan tanah longsor dari instansi terkait yang berwenang.

(Agus Johara)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler