Pemerintah tutup Mata, Pegiat Lingkungan Hidup Endus Oknum Disuap dalam Kasus Pencemaran Sungai Cisadane   

Minggu, 3 Oktober 2021 20:40 WIB

Share
Video ini diduga diambil oleh salah seorang warga yang tengah memancing.

TANGERANG,POSKOTA.CO.ID - Pegiat lingkungan hidup di Tangerang mengecam keras adanya pengepul plastik yang mencemari aliran sungai Cisadane. Mereka menduga ada keterlibatan oknum petugas yang disuap atas kejadian ini.

Pencemaran lingkungan ini menurut mereka bukan pertama kalinya terjadi di aliran sungai Cisadane. Mereka meminta pemerintah turun tangan, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup.

Pahrul Roji, Founder Saba Alam Indonesia Hijau Foundation mengatakan, pemerintah harus serius menyikapi persoalan ini.

"Kalau kayak gini ranahnya pengawasan di DLH. Kalau kita menyikapi persoalan ini bukan hal baru, artinya dari hilir sampai hulu Cisadane masalah pencemaran lingkungan itu sering terjadi dan dibiarkan," kata dia saat dihubungi Poskota.co.id, Minggu (3/10/2021).

Dia juga mempertanyakan terkait adanya dugaan pembiaran yang dilakukan pemerintah. Apalagi oknum yang diduga melakukan ini merupakan industri sekitar.

"Kenapa dibiarkan karena ya kebanyakan yang mencemari itu berada di bantaran sungai. Itu industri mereka kalau dilakukan pengawasan kan harus setiap bulan. Industri apa, terus IPALnya seperti apa? Terus Amdalnya seperti apa? Kan mereka ada tim ya, yang melakukan kroscek," ujarnya.

Dia menduga adanya pembiaran ini meelibatkan beberapa pihak terkait. Apalagi saat ini kasus serupa sering terjadi.

"Kalau hari ini ada industri selalu mencemari itu tanda-tanda apakah industrinya yang nakal atau pengawasnya yang nakal," jelasnya.

"Kita meminta pemerintah harus tegas dengan persoalan ini karena mereka punya regulasi yang bisa menindak terhadap pelanggaraan ini," jelasnya.

Menurut dia, persoalan pencemaran ini persoalan yang klise, apalagi penindakan yang dilakukan tidak pernah sampai ke meja hijau.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler