Sejak Terpisah dari Pemkab, Ada 15 Aset Pemkot Serang Bersengketa dengan Pihak Ketiga Belum Kelar 

Kamis, 30 September 2021 19:34 WIB

Share
Sekda Kota Serang Nanang Saifuddin menjelaskan aset-aset bermasalah sejak Kota Serang berdiri terpisah dengan Pemkab Serang.(Foto : Luthfillah)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - 14 tahun terpisah dari Pemkab Serang, persoalan aset yang saat ini sudah dilimpahkan ke Pemkot Serang masih banyak yang bersengketa. 

Berdasarkan catatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, dari puluhan aset yang sudah diserahkan, setidaknya ada 15 titik aset limpahan dari Pemkab Serang yang sampai saat ini masih bersengketa dengan pihak ketiga. 

Sekda Kota Serang Nanang Saifuddin saat dikonfirmasi mengatakan, aset yang masih bersengketa itu di antaranya lahan beberapa sekolah dasar (SD), kantor Dindik, tanah bengkok dan beberapa aset kelurahan. 

"Aset yang diserahkan dari Kabupaten Serang kepada kami itu digugat oleh pihak lain seperti ahli waris," katanya, Kamis (30/9/2021). 

Nanang mengungkapkan, pada saat penyerahan sejumlah aset itu memang tidak disertai dengan sertifikat, hanya pencatatan berita acara saja. Sehingga kemudian menimbulkan banyak permasalahannya. 

"Saat ini semua sengketa itu sedang berjalan di pengadilan," ucapnya. 

Nanang menambahkan, terkait tanah bengkok yang merupakan aset Pemkot Serang yang saat ini banyak dikuasai oleh pihak ketiga seperti pengembang dan pengusaha, dirinya bisa saja nanti ada upaya paksa bangunan dibongkar atau mungkin sewa lahan saja ke Pemkot. 

"Sehingga usaha mereka tetap berjalan. Toh ada masyarakat kita juga yang bekerja di sana," jelasnya. 

Aset-aset itu, lanjutnya, sebagian masih ada yang digunakan oleh Pemkab Serang mengingat mereka juga belum memiliki gedung sendiri.  Untuk itu ia lakukan persetujuan dalam kesepakatan pinjam pakai selama kurun waktu lima tahun. 

"Kami juga meminta bantuan kepada Pemprov Banten agar ikut membantu penganggaran kepada Pemkab Serang untuk merealisasikan pembangunan gedung OPD baru," tutupnya. 
(Luthfillah) 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler