Berawal dari Laporan Anak Hilang, Polda Metro Jaya Grebek Prositusi Online di Apartemen Sentra Timur  

Kamis, 30 September 2021 17:11 WIB

Share
Ilustrasi perdagangan anak di bawah umur untuk prostitusi online.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Polda Metro Jaya menggerebek lokasi prostitusi online  di apartemen Sentra Timur Jl. Sentra Primer, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Kamis (29/9/2021).

Dari tempat kejadian perkara (TKP) terdapat empat cewek  anak baru gede(ABG) dan tiga laki-laki. Mereka langsung diamankan polisi.

Ketujuh orang yang diamankan Polda Metro Jaya yakni berinisial MH (17), DZH (17), SIR (16), MF (17), AJ, MAS (16) dan AP (18). 

Kasubdit Renakta Ditreskrium Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto menuturkan,  pihaknya mengungkap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak di bawah umur secara seksual dan ekonomi  sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO dan atau pasal 76I jo pasal 88 UU RI no. 35 tahun 2014 atas perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Awal September 2021 anak korban MF meninggalkan rumah tanpa izin bersama temannya dan tidak pernah pulang. Tanggal 24 September 2021 pelapor, ibu kandung korban mengetahui ada akun michat yang menawarkan foto anak korban untuk prostitusi di apartemen Sentra Timur.  Tanggal 28 September 2021 pelapor membuat Laporan Polisi di SPKT Polda Metro Jaya,” ucap AKBP Pujiyarto dalam keterangannya Kamis (30/9/2021).

Polisi pun bergerak dengan menggrebek apartemen Sentra Primer di Tower Hijau Lantai 20 kamar K 2025 D dan mengamankan anak korban MF  beserta wanita BO yang masih di bawah umur, serta beberapa orang joki yang menjajakan anak di bawah umur untuk layanan seksual.

“Modus operandinya mengajak anak korban untuk menjadi pacar dan mengajak stay di apartemen. Selanjutnya mereka menawarkan wanita BO (Anak Bawah Umur) dengan menggunakan aplikasi media sosial michat,” tuturnya.

Barang bukti yang diamankan uang hasil booking online (BO) Rp 600 ribu, 2 Kondom belum terpakai, Hp, Screeshot chat aplikasi michat dan akta kelahiran.

MH dan DZH berperan sebagai joki untuk empat wanita tersebut. Lebih lanjut pihak kepolisian langsung menitipkan korban ke P2TP2A. 
(Novriadji Wibowo)

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler