Ikut-Ikutan Kelola Sedekah ASN, PT Agro Banten Mandiri Disarankan Marger dengan Baznas Saja

Rabu, 29 September 2021 13:47 WIB

Share
Pengamat politik Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) Serang Ihsan Ahmad (Foto : Luthfillah)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Pengamat politik Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) Serang Ihsan Ahmad menyarankan PT Agro Banten Mandiri (ABM) (Perseroda), lebih baik marger dengan Baznas.

Demikian disampaikannya apabila PT ABM dalam programnya ikut mengelola dana sedekah dari ASN di lingkungan Pemprov Banten. 

"Secara tupoksi kelembagaan kan pengelolaan sedekah dan zakat itu ada di Baznas. Nah, kalau BUMD ABM ikut-ikutan mengelola dana itu, lebih baik marger aja sekalian," ujarnya saat dihubungi, Rabu (29/9/2021). 

Menurut Ihsan, opsi marger itu menjadi pilihan terbaik dari supaya kinerja BUMD itu terasa oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat Banten yang termasuk golongan penerima zakat dan sedekah. 

"Itu kan lebih konkrit kinerjanya, bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Banten, dan Syukur-syukur bisa sampai membantu mengentaskan angka kemiskinan di Banten," katanya. 

Diakui Ihsan, sebagai masyarakat Banten dirinya juga sampai saat ini belum melihat progres kinerja yang telah dilakukan oleh PT ABM yang berdampak langsung kepada masyarakat Banten secara luas. 

"Namun kemudian saya mendengar itu, mengelola dana sedekah ASN. Lah, ko BUMD ngelola dana sedekah, apa tidak ada program lain," pungkasnya. 

Sebagai masyarakat Banten, dirinya juga meminta agar PT ABM terbuka kepada publik program apa saja yang sudah dikerjakan. Sebab sebagai BUMD yang mengelola dana masyarakat, PT ABM harus bisa menjelaskan penggunaan anggarannya selama ini untuk apa saja. 

"Masyarakat perlu tahu itu, karena dana yang disetorkan itu merupakan dana dari masyarakat juga," ungkapnya. 

Terakhir, Ihsan meminta kepada PT ABM jangan sampai dijadikan sebagai alat untuk memuluskan nafsu politik pihak-pihak tertentu, terlebih dalam pendistribusian paket sembako hasil sedekah ASN nanti. 

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler