Tak Mau Terulang Kasus Dugaan Korupsi FS, Kadindikbud Banten Perketat Pelaksanaan Program

Selasa, 28 September 2021 21:51 WIB

Share
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani. (Iqbal)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Provinsi Banten Tabrani menegaskan dirinya tidak akan membiarkan siapapun bermain-main dalam setiap pekerjaan yang bermitra dengan pihaknya. 

Semua pekerjaan yang menyangkut kedinasan harus dilakukan secara  bertanggungjawab.

Alhasil, kemudian tidak ada persoalan hukum yang ditimbulkan, termasuk permasalahan Fasibility Stady (FS) lahan untuk Unit Sekolah Baru (USB). 

"Semuanya harus sesuai aturan yang berlaku, itu sudah menjadi komitmen awal ketika penandatanganan pekerjaan dengan pihak ketiga. Tidak ada yang boleh bermain-main karena selalu akan saya awasi," ungkapnya, Selasa (28/9/2021). 

Diakui Tabrani, meskipun demikian ia tidak mengetahui terkait kasus dugaan korupsi pada pekerjaan FS di dinas yang ia pimpin saat ini.

Pasalnya, kejadiannya jauh sebelum ia berdinas di Pemprov Banten.

Namun hal itu tentu menjadi bahan catatan tersendiri bagi dirinya untuk bekerja sesuai aturan berlaku. 

"Tidak peduli itu lahan itu punya siapa. Yang terpenting bagi dirinya sesuai dengan spesifikasi dan aturan yang berlaku, dan setiap titik lokasi dengan titik lainnya tidak boleh dikerjakan oleh konsultan yang sama, harus fokus kepada satu titik saja," katanya. 

Tabrani menjelaskan, spesifikasi lahan yang harus diperhatikan dalam FS itu diantaranya ada akses jalan masuk, dengan dengan jalan utama dan harganya sesuai dengan hasil kajian tim apresial. 

"Kalau di daerah yang ada jangkauan angkutan umumnya, itu yang diutamakan. Harus dilalui oleh angkutan umum, agar mudah diakses," katanya. 

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler