Diapresiasi Bupati Serang, Warga Hibahkan Lahan untuk Jalan Beton

Selasa, 28 September 2021 22:50 WIB

Share
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Kepala DPUPR Okeu Oktaviana dan Kepala Bidang Bina Marga pada DPUPR Yadi Priyadi R serta Camat Cinangka Deni Firdaus saat meninjau jalan yang selesai dibeton di Desa Bantarwaru. (ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengapresiasi warga Kampung Dangdeur, Desa Bantarwaru, Kecamatan Cinangka yang mau menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan.

Keikhlasan warga tersebut mempermudah Pemkab Serang merealisasikan program betonisasi jalan.  

“Alhamdulillah, kehadiran kami untuk mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan masyarakat Kampung Dangdeur, karena pembangunan jalan beton bisa dilaksanakan dengan baik,” kata Tatu kepada wartawan usai meresmikan jalan di Desa Bantarwaru, Selasa (28/9/2021). 

Turut mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Okeu Oktaviana dan Kepala Bidang Bina Marga pada DPUPR Kabupaten Serang Yadi Priyadi R. Serta Camat Cinangka Deni Firdaus.

Sekedar diketahui, pembangunan jalan beton di Desa Bantarwaru awalnya akan dilaksanakan dengan panjang 2,8 kilometer (KM) dan lebar 2,5 meter. Jalan tersebut merupakan peningkatan status dari jalan desa menjadi jalan kewenangan Pemkab Serang pada tahun 2018. 

Namun atas komunikasi kepala desa dan kebersamaan yang tinggi, warga di sekitar jalan rela menghibahkan lahannya untuk dibangun jalan. Sehingga semula akan dibangun dengan lebar 2,5 meter, menjadi 5 meter. 

“Pemda membangun jalan tanpa mengeluarkan uang pembebasan lahan. Ini murni masyarakat yang menghibahkan dan merelakan tanahnya dipakai jalan,” ujar Tatu. 

Tatu berharap, setelah jalan dibangun dengan betonisasi, ada kegiatan ekonomi yang lebih baik di Desa Bantarwaru. Mulai dari menciptakan desa wisata, hingga meningkatkan geliat UMKM. Apalagi desa ini dekat dengan Pantai Anyer-Cinangka. 

“Saya ingin, tamu yang ke pantai, bisa naik ke Desa Bantarwaru dan bisa disuguhkan hal menarik oleh masyarakat. Menjadi desa wisata penunjang wisata Anyer,” ujarnya. 

Tatu mengungkapkan, ada sekira 400 KM jalan desa yang naik status menjadi jalan kabupaten. Untuk jalan desa yang naik status, ketika akan dibangun, lebarnya harus naik dari 2,5 meter menjadi 5 meter. 

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler