BREAKING NEWS: Istri Disetubuhi Saat Pasang Susuk, Motif Tersangka Sewa 3 Eksekutor Tembak Ustadz Alex di Pinang Tangerang

Selasa, 28 September 2021 15:22 WIB

Share
Tiga dari empat pelaku penembakan Ustaz Arman alias Ustaz Alex, Ketua Majelis Taklim di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang berhasil ditangkap jajaran Polda Metro Jaya, salah satunya sebagai otak pelaku.(Foto: Novriadji Wibowo)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Polisi mengungkap kasus penembakan yang menewaskan paranormal Amran alias Ustad Alex (43) di Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Ustadz Alex, demikian sebelumnya dikenal, ditembak oleh 4 pelaku.

3 diantaranya sudah dibekuk polisi.

Menurut polisi, penembakan tersebut berlatar belakang dendam pribadi. 

Otak tersangka yakni berinisial M memiliki dendam pribadi terhadap korban yang ternyata berprofesi sebagai paranormal dan ahli pengobatan altrenatif.

"Hasil pemeriksaan motifnya adalah dendam pribadi kepada korban, bahwa korban ini bekerja 20 tahun sebagai paranormal sering mengibati orang, rasa dendam ini karena ada dugaan memang kejadian sekitar 2010 lalu pada saat itu istri tersangka M berobat kepada korban masang susuk saat itu, tapi yang terjadi adalah korban disetubuhi," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam Jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Ia juga menambahkan tersangka M mengetahui adanya SMS yang sempat bocor pada saat itu.

"Darimana taunya? Karena ada SMS yang sempat bocor ke tersangka M itu kejadian 2010 diketahui sekitar dua tahun lalu kemudian istrinya suruh ngaku belum ada pengakuan yang nanti M menunaikan Haji barulah istrinya mengaku betul saat dia berobat dengan rayuan terjadi di rumahnya dan juga berpindah ke Hotel di Tangerang," ucapnya.

Puncaknya kata Yusri, tersangka M membangkitkan motif pembunuhan Paranormal Ustad Alex lantaran Kakak Iparnya menjalin hubungan dengan korban.

"Soal kakak pelaku ini adalah yang membangkitkan motif peristiwa soal istri pelaku sudah lebih 5 tahun sudah tenang dipicu lagi kaka iparnya diduga kuat juga memiliki hubungan khusus dengan korban, itulah yang membuat muncul dan ada motifasi tersangka melakukan pembunuhan. Jadi ga ada kaitannya dengan profesi sebagai ketua majelis taklim, tapi dendam pribadi," ucapnya.

Halaman
1 2 3
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler