Sudah 4 Tahun Terus Merugi, Jajaran Komisaris dan Direksi BUMD PT BGD Malah Menyalahkan Pengurus Lama

Minggu, 26 September 2021 14:21 WIB

Share
Komisaris Utama (Komut) PT BGD Ayip Muflich. (Foto : Luthfillah) 

SERANG, POSKOTA.CO.ID - PT Banten Global Development (BGD) di kepengurusan periode 2017-2022 tidak kunjung mendapat kucuran modal dari Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) dalam hal ini Pemprov Banten.

Yang dihadapi oleh jajaran direksi dan komisaris hanya berbagai persoalan pelik warisan direksi yang lama. Dari mulai persoalan anak perusahaan yang merugi, utang pihak ketiga ke BGD yang belum dilunasi sampai pada persoalan hukum yang masih terus bergulir.

Komisaris Utama (Komut) PT BGD Ayip Muflich saat dikonfirmasi akhir pekan kemarin mengatakan, pihaknya sampai saat ini tidak kunjung diberikan modal oleh PSPT, meskipun setiap tahun mengajukan anggaran.

"Pada saat pertama kali kami masuk. Itu hanya dibekali dengan sisa anggaran sebesar Rp 400 juta, dengan jumlah karyawan yang cukup banyak," katanya.

Dengan alasan itu, dirinya tidak bisa mengembangkan skala usaha dan berbagai rencana program yang akan dilakukan mengingat keterbatasan modal yang ada.

"Hanya dua sampai tiga program saja yang sudah kami lakukan. Lalu kami juga melakukan efisiensi karyawan," ucapnya.

Ayip mengaku, terlepas dari  berbagai persoalan pelik warisan kepengurusan yang lama, pmenjadikan waktunya terkuras habis. Bagaimana ia dan jajaran komisaris yang lainnya harus mampu menyelesaikan persoalan itu.

"Karena selama persoalan ini tidak kunjung diselesaikan, akan tetap menjadi hambatan untuk ke depannya," katanya.

Persoalan itu seperti pemisahan anak usaha Bank Banten dengan segala persoalan di dalamnya yang sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga.

"Namun alhamdulillah pada RUPSLB kemarin rencana pemisahan itu akhirnya disetujui oleh PSPT. Tinggal nanti segala prosedur administratifnya bisa segera diselesaikan. Ini juga sepertinya membutuhkan waktu yang cukup lama," ungkapnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler