Kelompok Pemilih Pemula Berpotensi Lahirkan Pemimpin dan Wakil Rakyat yang Benar-benar Bekerja untuk Rakyat   

Minggu, 26 September 2021 20:18 WIB

Share
Anggota Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) Ratna Dewi Pettalolo (kerudung merah). (Ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Kelompok pemilih pemula yang kategori usia muda dianggap masih memiliki idealisme dan harapan untuk memperbaiki kualitas Pemilu ke depan.

Dari partisipasi mereka, bangsa ini diharapkan bisa melahirkan para pemimpin dan wakil rakyat yang bekerja untuk kepentingan rakyat. 

"Kalau dari sisi jumlah, kelompok pemilih pemula cukup banyak. Potensi ini luar biasa," ungkap Anggota Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) Ratna Dewi Pettalolo usai membuka acara Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) di Hotel Ultima Ratu, Kota Serang, beberapa waktu yang lalu. 

Bawaslu berharap, keterlibatan pemilih pemula di Pemilu 2024 bukan hanya hadir menggunakan hak pilih semata. Tapi akan menjadi bagian penting dan terlibat langsung dalam proses pengawasan Pemilu.

 "Kita berharap kualitas Pemilu ke depan terus meningkat," ujarnya

Menurut Dewi, dengan keterlibatan pemilih pemula dalam pengawasan, Pemilu tidak diwarnai kecurangan. Kendati demikian, Bawaslu telah mengidentifikasi masalah dan menyusun strategi untuk mengantisipasi. 

"Itu dilakukan untuk meminimalisir. Semua tahapan Pemilu 2024 diawasi bukan hanya oleh Bawaslu tapi kader," terangnya. 

Berdasarkan identifikasi masalah pada Pemilu 2024 oleh Bawaslu RI, lanjutnya, seperti pemutakhiran data pemilih, politik uang, keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga kemungkinan masih berlangsungnya pandemi Covid-19. 

"Misalnya  Pemilu di tengah pandemi Covid-19, kita belum tahu peta politik ke depan," terangnya. 

Diakui Dewi, pelaksanaan SKPP ini, bagian dari pemantapan yang dilakukan berjenjang mulai dari Bawaslu Kabupaten/Kota, Provinsi dan Bawaslu RI. Semakin ke atas peserta yang diikutsertakan semakin sedikit.

"Itu akan menjadi tugas mereka menyebarkan virus pengawasan. Tidak terbatas pada yang hadir hari ini. Tapi menjangkau lebih luas baik secara wilayah maupun jumlah," terangnya.

Dewi mengungkapkan, Bawaslu RI menargetkan SKPP dilakukan di 100 titik. Saat ini pihaknya telah mencapai 80 persen, sempat tertunda karena pandemi Covid-19.

 "Untuk di Banten ini dibagi dua titik, Kota Serang (Kota Serang, Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak dan Kota Cilegon) dan Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan)," katanya.

Turut Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Serang Syafrudin, Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi dan anggota, Bawaslu Kabupaten/Kota se Provinsi Banten, 100 Peserta SKPP serta tamu undangan lainnya. 
(Luthfillah) 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler