Presiden Jokowi Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten

Rabu, 22 September 2021 18:41 WIB

Share
Presiden Jokowi apresiasi pertumbuhan ekonomi di Banten (ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada triwulan kedua tahun 2021 ini yang mencapai 8,95 persen. 

Menurut Jokowi, angka itu merupakan lompatan yang sangat tinggi di masa Pandemi Covid-19, dimana pada saat kuartal pertama angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten masih di bawah angka nasional. 

“Lompatan yang sangat tinggi setelah pada kuartal sebelumnya -0,44%. Kuartal pertama di bawah Nasional tapi pada kuartal keduanya di atas Nasional, yaitu 8,95% padahal Nasional 7,07%,” ungkapnya dalam Pengarahan Kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (21/9/2021).

Jokowi berharap, jika kasus Covid-19 di Banten bisa dikendalikan lebih efektif lagi, pertumbuhan ekonomi itu pasti akan lebih tinggi lagi. 

“Kalau Covid-19 nya bisa dikendalikan seperti saat ini, kemungkinan perekonomian naik lagi akan mudah,” tambah Presiden. 

Dalam situasi saat ini, lanjut Presiden, yang perlu digenjot adalah vaksinasi Covid-19 serta mempersiapkan betul amunisi penanganan Covid-19 seperti obat, ventilator, ruang perawatan, tenaga kesehatan, oksigen, dan sebagainya. 

"Strategi yang penting adalah deteksi melalui testing dan tracing. Warga yang terkonfirmasi positif, dibawa ke tempat isolasi terpusat," ujarnya. 

Dalam pengarahannya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa saat ini adalah situasi keadaan yang tidak gampang bagi semua negara baik dari sisi kesehatan maupun ekonominya.

"Presiden kembali mengingatkan situasi Pandemi Covid-19 yang sempat mencapai puncak dan kembali turun seperti saat ini," ucapnya. 

Meski kasus Covid-19 di Indonesia terus turun, Presiden mengajak seluruh pihak untuk tetap hati-hati. Waspada terhadap terjadinya peningkatan kasus Covid-19. Vaksinasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko kematian akibat Covid-19. 

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler