Mau Selundupkan 2.000 Baby Lobster Senilai Rp 145 Juta, Tukang Ojek Diciduk Polisi 

Rabu, 15 September 2021 21:12 WIB

Share
Konferensi pers penangkapan tersangka penyelundupan benur di Mapolres Lebak, Banten. (Foto: Yusuf Permana)

LEBAK,  POSKOTA.CO.ID - AD (38), warga Desa Sawarna Timur,  Kecamatan  Bayah,  Kabupaten Lebak kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. 

Pasalnya,  tukang ojek ini terciduk polisi saat hendak menyelundupkan baby lobster  alias benur ke luar wilayah Provinsi Banten  atau tepatnya ke Kabupaten Sukabumi,  Provinsi Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono mengatakan,  tersangka sendiri diamankan pihaknya di Kecamatan Bayah pada Rabu (15/9/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari tangah tersangka, lanjut Indik,  pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 2.000 ekor Benur  dengan rincian 1.200 ekor benur jenis pasir dan 800 ekor benur jenis mutiara.

"Tersangka ini kita amanlan setelah dilakukan pengintaian jauh-jauh hari. Dan saat di lakukan pengeledahan ternyata benar bahwa tersangka ini telah melakukan  upaya  penyelundupan benur,  dengan barang bukti berupa 2000 ekor benur, " kata AKP Indik di Mapolres Lebak. 

Indik menerangkan,  ribuan ekor benur itu dijual oleh tersangka dengan harga satuan yang berbeda.  

Untuk jenis Mutiara,  tersangka menghargai satu ekornya senilai Rp100 ribu.  Dan untuk jenis pasir senilai Rp 50 ribu perekornya. 

"Tersangka itu sendiri sudah melakukan aksinya sebanyak 8 kali.  Adapun total kerugian negara akibat ulah AD,  diperkirakan hingga sebesar Rp 145 juta," terangnya. 

Akibat perbuatannya,  AD pun kini terancam terjerat  pasal 16 dan 26 UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan. 

"Tersangka  terancam hukuman 6 tahun penjara, dan denda sebesar Rp1,5 Milliar, " pungkasnya. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler