Mau Diperiksa Komnas HAM, Polres Jakpus Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI 

Rabu, 15 September 2021 22:18 WIB

Share
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dan jajaran petugas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) usai proses pemeriksaan terkait dugaan pelecehan seksual dan perundungan pegawai KPI. (Foto: Fahmi Ramadhan)

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia batal memeriksa pimpinan Polres Jakarta Pusat pada Rabu (15/9/2021) siang ini.

Sedianya pihak kepolisian akan diperiksa pukul 14.00 WIB terkait dugaan pembiaran pada kasus pelecehan seksual terhadap pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS.

Namun, pihak Polres Jakpus meminta pemeriksaan itu dijadwalkan ulang. Alasannya, Polres Jakpus masih perlu berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

"Dijadwal ulang karena Polres masih memerlukan koordinasi dengan Polda dan Mabes Polri," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, Rabu (15/9/2021).

Beka mengatakan, pihaknya sudah menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap pimpinan Polres Jakpus pada Rabu pekan depan.

Selain memeriksa Polres Jakpus, Komnas HAM pada Rabu (15/9/2021) pagi juga sudah meminta keterangan dari pimpinan KPI. Komnas HAM juga sudah meminta keterangan MS pada pekan lalu.

Keterangan dari tiga pihak itu nantinya akan dianalisa sebelum Komnas HAM mengambil kesimpulan.

Adapun Komnas HAM turut menyelidiki kasus perundungan dan pelecehan seksual ini karena ada dugaan pengabaian yang dilakukan oleh pimpinan KPI dan kepolisian.

MS dalam surat terbukanya mengaku sudah menjadi korban perundungan oleh rekan kerjanya sejak bekerja di KPI pada 2012. Lalu pada 2015 ia sempat dilecehkan secara seksual oleh lima orang rekan kerjanya.

MS mengaku sudah pernah melaporkan hal tersebut ke atasan dan Polsek Gambir pada 2019 lalu, namun laporannya tak pernah ditindaklanjuti.

Setelah surat terbukanya viral, KPI dan Kepolisian baru bergerak mengusut kasus ini. KPI telah menonaktifkan 8 terduga pelaku pelecehan seksual dan perundungan terhadap MS untuk mempermudah investigasi.

Sementara itu, Polres Jakpus telah memeriksa 5 terlapor yang disebut telah melakukan pelecehan seksual terhadap MS. Polres Jakpus juga melibatkan Propam untuk menyelidiki adanya dugaan pembiaran pada laporan yang pernah disampaikan MS ke Polsek Gambir.

(Fahmi Ramadhan)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler