Bahaya Tularkan Rabies , Sudin KPKP Jakpus Telusuri Penyuplai Daging Anjing Pedagang Pasar Senen 

Selasa, 14 September 2021 13:28 WIB

Share
Pasar Senen Blok III Jakarta Pusat tempat ditemukannya pedagang jual daging anjing. (Foto:Fahmi Ramadhan)

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Fenty Yunesi menyebutkan bahwa pihaknya akan menelusuri penyuplai daging anjing di Pasar Senen Blok III yang sempat menuai polemik karena diperjualbelikan.

"Kalau asal sumbernya akan kami tetap telusuri, ya kalau kaitanya dengan rabies pastinya iya. Makanya kami imbau agar tidak menjual daging tersebut karena dikhawatirkan itu dia tidak sehat atau bagaiamana," kata Fenty ketika dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Terkait potensi adanya sindikat penjualan daging anjing di pasar tradisional, Fenty tidak bisa menjelaskannya secara gamblang.

Menurutnya, mengenai hal tersebut, wewenang pengawasan bukan ada di pihak KPKP melainkan wewenang PD Pasar Jaya.

Adapun Sudin KPKP, dikatakanya, hanya mengatur mengenai strelisiasi hewan seperti anjing, kucing  melalui proses vaksinasi.

"Menurut saya tidak sejauh itu (sindikat penjual daging anjing) dan kami tidak untuk mengawasi itu. Kami hanya untuk vaksinasi, sterilisasi hewan peliharaan seperti kucing dan kaitanya dengan rabies, seperti itu," kata dia.

Meski begitu, menyikapi kejadian tersebut, pihak Sudin KPKP disebut Fenty juga sudah berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk memberikan edukasi kepada pedagang di pasar tersebut.

Dirinya mengatakan, pendekatan secara persuasif juga sudah dilakukan agar para pedagang lebih mengetahui bahaya menjual daging anjing.

"Karena bagaimana pun yang berhak melakukan (penindakan) itu PD Pasar Jaya. Kita hanya mengarahkan bahwa sesuai UU Pangan hal itu tidak disarankan untuk menjual daging tersebut," ucapnya.

Sejauh ini Fenty juga memastikan penemuan penjualan daging anjing di wilayah Jakarta Pusat hanya terdapat di Pasar Senen.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler