Ini Respon Ditjen PAS Ihwal Santunan Rp30 Juta Korban Tewas Lapas Kelas I Tangerang Dinilai Minim

Senin, 13 September 2021 22:50 WIB

Share
Ditjenpas Binapilatkerpro, Thurman Hutapea saat memberi keterangan dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021). (cr02)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham enggan berkomentar ihwal uang santunan Rp30 juta untuk ahli waris korban tewas kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang dinilai minim. 

 

 

Respon demikian ditunjukan Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjenpas, Thurman Hutapea.

Dirinya enggan berkomentar tatkala dikonfirmasi soal apakah nominal uang santunan yang diberikan sudah berdasar acuan hukum. 

Tanpa menjawab apa nominal itu mengacu pada aturan hukum, Thurman menjelaskan besaran uang santunan merupakan kebijakam Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. 

"Itu saudara tanyakan ke pak Menteri. Itu kan, kebijakan dari pak Menteri sudah luar biasa. Kami tidak ada yang mendasar, tapi itu sudah perhatian cukup serius lah," jelasnya  di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021).

Ia menambahkan jika Kementerian Hukum dan HAM memberikan penanganan maksimal kepada seluruh narapidana korban tewas serta luka-luka dalam tragedi  terbakarnya Blok C2, Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari. 

Contohnya seperti pemberian uang akomodasi pemakaman kepada seluruh ahli waris korban tewas sebesar Rp6 juta per orang serta ditanggungnya seluruh biaya perawatan korban luka. 

"Bukan hanya Rp 30 juta itu saja, itu kan santunan. Di luar itu kan banyak, yang Rp 6 juta. Biaya penguburan, pengangkutan," ungkapnya sembari meninggalkan wartawan.

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler