DVI Sebuah Metode Identifikasi Dalam Kasus Kecelakaan dengan Jumlah Korban Banyak dan Jenazah Sukar Dikenali  

Jumat, 10 September 2021 21:31 WIB

Share
Konferensi Pers Ops DVI Kebakaran Lapas Tangerang yang digelar di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2021) (Foto: Ardhi Ridwansyah) 

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tim Disaster Victim Identification (DVI) belum menerima seluruh data DNA ante mortem (sebelum kematian) pembanding dari 41 keluarga korban Lapas Kelas I Tangerang.

Hingga pukul 14.54 WIB, Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Tangerang Kombes Pramujoko menyampaikan bahwa pihaknya masih menanti data ante mortem tiga anggota keluarga korban kebakaran.

"Tadi update terakhir tinggal tiga orang, jadi tinggal dua WNA dan satu orang lagi. Dua WNA itu belum terkirim datanya (DNA ante mortem)," katanya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021).

Sejak terjadinya kebakaran pada Rabu (8/9/2021), Tim DVI telah berkordinasi dengan Kedutaan Besar Afrika Selatan dan Portugal guna meminta data DNA ante mortem dikirim.

Data itu penting sebab akan digunakan untuk dicocokkan dengan data post mortem (setelah kematian) dari jenazah yang diambil di Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati.

"Kalau dari Kedutaan mengirim sudah hasil (bentuk) DNA lebih bagus. Tapi kalau mengirim sampel darah saja kita kerjakan. Mau kirim sampel rambut kita kerjakan. Kita ekstrak di sini DNA-nya," tuturnya.

 Menurutnya, proses ekstraksi data DNA dari darah dan rambut dapat dilakukan di laboratorium Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Cipinang, Jakarta Timur.

Sampai saat ini, dari total 41 jenazah korban meninggal dalam kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Tim DVI sudah mendapat 44 sampel DNA ante mortem untuk data pembanding identifikasi.

"Satu korban kan bisa diambil sampel DNA dua (orang), misalnya ayah dan ibunya. Kalau data DNA Postmortem sudah diambil semua dari ke 41 jenazah. Dari awal sudah diambil semua," jelasnya.

Ihwal pengambilan data DNA postmortem dari jenazah, lanjut Pramujoko, telah  dilakukan di laboratorium Pusdokkes Polri dari Rabu (8/9/2021) ke-41 jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler