Ditanya Bentrok Antargeng Narkoba Diduga jadi Penyebab Kebakaran, Kalapas Ngeles, Menkumham Kabur

Kamis, 9 September 2021 18:49 WIB

Share
Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly enggan menjawab pertanyaan soal dugaan adanya bentrokan antargeng narkoba sebagai penyebab kebakaran.(Foto: M. Iqbal)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Terkait adanya dugaan bentrokan antargeng di Lapas Kelas I Tangerang sebelum terjadinya kebakaran, Kalapas Kelas I Tangerang Victor Teguh Prihartono  terkesan ngeles. Ia meminta publik menunggu hasil investigasi. 

Diketahui sebelumnya diberitakan kebakaran hebat yang terjadi dan menyebabkan 44 orang tewas terpanggang diduga  adanya perang antara dua geng narkoba. 

Namun menurut Kalapas pihaknya saat ini tidak dapat menjabarkan lebih jauh dan memastikan penyebab  kebakaran tersebut. 

"Saya menyatakan bahwa kita menunggu hasil investigasi. Jadi tidak boleh mengatakan atau membuat isu keributan, gangguan atau perkelahian antargeng bandar yang kita lihat sama-sama beredar di media sosial," ujarnya saat ditemui di RSUD Kabupaten Tangerang, Kamis (9/9/2021).

Kalapas mengatakan, dirinya sebelum dan sesaat insiden kebakaran berada di Lapas Kelas 1 Tangerang. Sehingga, dia menepis kabar bentrokan antargeng narkoba sebagai pemicu terjadinya kebakaran.

"Karena apa? Pada saat kejadian saya berada di lapas. Sebelum kejadian saya selalu berada di lapas. Dan awal sore sebelum kejadian kita sama-sama ketahui, hujan lebat dan angin kencang pagi sampai sore. Sehingga analisa dugaan sementara dari pihak kepolisian terjadinya ganguan arus pendek listrik ada kemungkinan benar. Tapi terjadinya perang antargeng keributan tidak ada. Ini pernyataan saya," jelasnya.

Kalapas menambahkan, dirinya menduga kalau insiden kebakaran ini dipicu korsleting listrik. Dugaan ini juga sesuai dengan pernyataan sementara pihak Kepolisian. Menurutnya, api kebakaran di blok C2 Lapas tersebut bersumber dari plafon.

"Kita masih menunggu. Dugaan korsleting listrik dari plafon. Karena yang pertama menemukan api itu adalah petugas di pos keamanan," imbuhnya.

Sementara itu saat di konfirmasi Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly enggan menjawab pertanyaan Poskota.co.id.

Dirinya bergegas alias kabur meninggalkan RSUD Kabupaten Tangerang dengan pengawalan ketat para protokoler. Yasona hanya melambaikan tangan kepada Poskota.co.id saat pertanyaan tersebut dilontarkan.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler