Udah Bebas Napi Pedofil Malah Dikasih Panggung, Ustaz NU Tagih Janji Jokowi; Kapan Saipul Jamil Dikebiri? 

Selasa, 7 September 2021 15:19 WIB

Share
Rakhmad Zailani Kiki bersama KH Samsul Ma'arif, MA, Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta, mengecam stasiun televisi yang memberi panggung pada bekas napi pedofil Saipul Jamil.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Diberi peluangnya Saipul Jamil, eks narapidana kasus pedofilia (gangguan seksual yang berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak), oleh sejumlah stasiun televisi menuai kecaman. 

Terutama dari kalangan aktivis perempuan dan perlindungan anak.Berbagai kelompok masyarakat pun bergerak dengan berbagai cara menanggapi pembebasan pedangdut itu. Seperti membuat petisi yang sampai saat ini sudah berjumlah ratusan ribu orang yang menandatangani. 

Kecaman juga datang dari aktivis keagamaan. Kepala Lembaga Peradaban Luhur (LPL), Ustaz Rakhmad Zailani Kiki. Menurutnya, jika ingin tampil di ruang publik, di stasiun televisi dan lain-lain, Saipul Jamil harus dikebiri dulu,” tegasnya. 

Pasalnya, lanjut pria yang akrab disapa Ustaz Kiki, dari banyak kasus dan hasil penelitian, pelaku pedofilia bisa mengulangi perbuatannya lagi. Karena itu, ia mendesak pemerintah bersikap tegas terhadap pelaku pedofila. Sebab, pedofilia itu bukan hanya kejahatan luar biasa, tapi juga perbuatan sangat biadab.  

Tak hanya itu, Ustaz Kiki juga menagih janji Presiden  Jokowi yang akan bersikap tegas terhadap kejahatan seksual pada anak di bawah umur. Sebab,   Jokowi sudah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak. 

“Nunggu apalagi? Jangan sampai masyarakat yang sudah muak akhirnya menghakimi sendiri Saipul Jamil,” cetusnya.

Menurut Ustaz Kiki, Peraturan Pemerintah tersebut merupakan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2OO2 tentang Perlindungan Anak tersebut, ditandatangani dan ditetapkan Presiden Jokowi pada 7 Desember 2020. 

“Dengan melakukan kebiri, masyarakat mendapatkan rasa aman. Saipul Jamil dapat bebas untuk tampil di ruang publik walau dia kehilangan kemampuan dan haknya dalam aktivitas seksual,” tambahnya. 

Namun jika Saipul Jamil tidak mau dikebiri, maka menurutnya Saipul Jamil tidak usah tampil lagi mengisi acara apapun di ruang publik, seperti di  televisi. 

Menurutnya, ini dua pilihan yang harus dia ambil dengan risiko yang memang berat untuk Saipul Jamil. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler