Gawat! 50 Santri dan Ratusan Warga Korban Banjir Bogor Tolak Dievakuasi, Kadesnya Dimarahi 

Selasa, 7 September 2021 12:56 WIB

Share
Akses jembatan satu-satunya jalan yang putus. Akibat disapu banjir bandang membuat sejumlah rumah rusak berat berada di pinggir Sungai. (Foto : Angga Pahlevi) 

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Puluhan warga Kampung Parung Sapi Cilogak  terisolir setelah jembatan yang menjadi jalan satu-satunya menuju luar desa  terputus dihajar banjir bandang Sungai Cidurian, RT. 07/08, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Selasa (7/9/2021) pagi.

Kepala Desa Kalong Sawah, Nurhasanah mengatakan, kronologis peristiwa putus jembatan penghubung jalan dengan Kampung Parung Sapi Cilogak dengan Desa Kalong Sawah tersebut akibat derasnya aliran di Sungai Cidurian.

"Air deras ditambah diguyur hujan besar membuat jembatan yang dibuat dari swadaya warga tersebut terputus. Sampai saat ini ada 22 KK terisolir," ujarnya kepada Poskota.Co.Id di lokasi usai meninjau langsung jembatan putus di atas bantaran sungai Cidurian.

Akibat banjir bandang tersebut, Nurhasanah menyebutkan ada dua rumah dan salah salah satunya rusak parah setelah terkena arus kuat sungai.

"Ada dua rumah yang terkena dalam musibah banjir banjir bandang ini, yaitu satu rumah milik Herman dan paling parah rusak berat rumah Pak Dotoy," katanya.

Sementara itu dari hasil data yang didapatkan sementara, Nurhasanah  mengungkapkan warga yang terisolir menolak untuk dievakuasi.

"Selain ada 22 KK ditambah ada pondok pesantren dengan jumlah santri sekitar 50 orang menolak untuk dievakuasi dengan alasan yang tidak dapat dipahami. Namun setelah dicek BPBD Kabupaten Bogor tidak ada korban dalam peristiwa ini," bebernya.

Sementara itu, banjir bandang sebelumnya juga pernah terjadi awal tahun baru 2021 lebih besar ketimbang kejadian hari ini.

"Antisipasi jatuh korban mengingat Kabupaten Bogor masih diguyur hujan warga sudah dibujuk namun tidak ada yang mau relokasi. Mereka tetape keukeh, kita malah dimarahi waktu minta mereka  dievakuasi," tutupnya.

Soal jembatan yang dibuat secara swadaya warga ini, lanjut Kades, dibangun dengan bahan kayu lebar 1 meter panjang sekitar 20 meter. Jembetan tersebut hanya dapat dilalui motor saja.  
(Angga Pahlevi/PKL 02) 
 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler