KPK Geledah Rumah dan Kantor Maling Uang Rakyat Pengadaan Tanah ‘Helikopter’ di Tangsel 

Kamis, 2 September 2021 19:36 WIB

Share
ilustrasi korupsi.(sumber:Nicko.blogspot.com)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - KPK mulai melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan (Tangsel) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tahun Anggaran 2017.

Atas dugaan itu, KPK melakukan upaya paksa penggeledahan di beberapa tempat di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, Serang Banten dan Bogor. Lokasi yang digeledah berupa rumah kediaman dan kantor dari para pihak yang terkait dengan perkara ini. 

Pelaksaan Tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri dalam rilisnya yang diterima Kamis (2/9/2021) menjelaskan, upaya paksa penggeledahan itu dilakukan oleh tim penyidik KPK pada Selasa (31/8/2021). 

"Saat ini, KPK memulai penyidikan baru dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan," jelasnya. 

Selama proses penggeledahan tersebut, lanjutnya, telah ditemukan dan diamankan berbagai barang.  "Di antaranya dokumen, barang elektronik dan dua unit mobil," ujarnya. 

Selanjutnya,  tambah Fikri, pihaknya akan melakukan analisa dan segera dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara dimaksud.

"Kami belum dapat menginformasikan secara menyeluruh konstruksi perkaranya dan siapa saja pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka," katanya. 

Menurut Fikri, penyampaian informasi dan pengumuman secara lengkap akan dilakukan pada saat upaya paksa penangkapan atau penahanan. 

"Kami akan selalu menyampaikan kepada publik setiap perkembangan penanganan perkara ini dan kami berharap publik turut mengawasinya," tutupnya.

Untuk diketahui, Pemprov Banten diduga telah membeli lahan helikopter itu untuk pembangunan unit sekolah baru (USB) pada tahun anggaran 2017 lalu dengan pagu anggaran mencapai Rp10 miliar. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler