Bos Beras asal Pandeglang Gugat Anggota DPRD Banten Rp 1,7 M yang Mantan Istri Siri

Jumat, 27 Agustus 2021 09:58 WIB

Share
Bos beras asal Pandeglang, Ating Saepudin saat usai mengajukan gugatan terhadap anggota DPRD Banten di PN Pandeglang (ist)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID-- Akhir-akhir ini diramaikan dengan gugatan seorang Bos Beras asal Pandeglang yakni Ating Saepudin (63) yang melakukan gugatan terhadap salah satu anggota DPRD Banten yakni Ida Hamidah.

Gugatan itu disampaikan oleh Ating terhadap Ida ini dilakukan karena politisi PPP itu dianggap memiliki hutang terhadap Bos beras sebesar Rp 1,7 Milliar.

Usut punya usut, Ida Hamidah itu sendiri diketahui merupakan mantan istri siri Ating. Gugatanya pun kini sudah disampaikan ke[ada Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang beberapa hari yang lalu.

Kepada wartawan, Ating mengaku, hutang Ida itu sendiri berasal dari biaya pencalonan nya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Banten pada tahun 2019 silam.

Katanya, mantan istri sirinya itu sendiri telah menjanjikan untuk membayar utang sebesar Rp 1,7 miliar dengan cara dicicil hingga tiga tahun sejak 2020.  Namun, hingga kini tidak ada kejelasan dari Ida, yang bahkan menurut Ating malah pergi menghilang seolah melupakan hutang itu.

"Janjinya dibayar dengan cara dicicil, tapi sampai sekarang engga ada. Malah justru menghilang. Makanya kemarin saya gugat ke PN Pandeglang," kata Ating saat dihubungi, Jum'at (27/8/2021). 

Saat disinggung mengenai alasan dirinya menggugat mantan istrinya itu, Ating tidak mau merespon dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada  kuasa hukumnya Agus S Ependi.

"Saya cuma bisa jelaskan itu saja, intinya dia (mantan istrinya) tidak punya itikad baik. Nanti silahkan langsung ke lawyer saya aja," ucapnya.

Sementara, kuasa hukum Ating Saepudin, Agus S Ependi menyatakan gugatan yang dia sampaikan ke PN Pandeglang karena kliennya telah dirugikan oleh Ida Hamidah selaku tergugat.

Ida menjanjikan mau membayar uang sebesar Rp 1,7 miliar dengan cara dicicil selama tiga tahun.

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler