Dimangsa Binatang Buas, Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang 

Minggu, 22 Agustus 2021 12:21 WIB

Share
Evakuasi korban yang sudah menjadi kerangka oleh personil Satreskrim Polres Pandeglang. (ist)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID- Warga Kampung Banteng, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang digegerkan dengan penemuan mayat yang nyaris tinggal tulang, Sabtu (21/8/2021).

Dari properti yang ada pada tubuh korban, mayat diduga kuat adalah Madrus. Lansia  71 tahun warga Kampung Yamu, Desa Kutamekar, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang itu sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Saat ditemukan beberapa bagian kerangka korban berserakan berdiameter 20 hingga 30 meter. Diduga beberapa bagian dari tubuh korban sempat dimangsa binatang buas.

Kanit Reskrim Polsek Panimbang, Ipda Komarudin menceritakan, awal mula penemuan potongan mayat itu diketahui oleh seorang warga yang hendak pergi berladang. Menurutnya, kondisi mayat dipastikan sudah hampir lebih dari dua minggu karena bagian organ tubuh korban sudah tidak lagi utuh. 

"Penemuan mayat ini berada di pesawahan yang jauh dari pemukiman. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan diberitahukan kepada warga ada yang mengakui bahwa bapaknya hilang dan setelah dicocokan ada persamaan properti dengan yang di TKP," kata Ipda Komarudin kepada wartawan, Minggu (22/8/2021). 

Karena tubuh korban beberapa bagian sudah tinggal kerangka, petugas kesulitan untuk mengetahui penyebab tewasnya korban. Namun diduga, tidak ada unsur kekerasan yang mengakibatkan nyawa korban melayang. Pasalnya, berdasarkan keterangan selama masih hidup kondisi korban sudah dalam keadaan pikun. 

"Korbankan usianya sudah lanjut, di atas 70 tahun. Jadi diperkirakan tidak ada sih unsur kekerasan itu. Informasi dari pihak keluarga, korban sudah pikun dan sering keluar jauh dari rumah. Tapi tim reskrim polres masih menyelidiki" tuturnya. 

Salah satu penyebab dari terpisahnya anggota tubuh korban, kata Komarudin, diperkirakan karena dimangsa binatang buas. Kini, jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga guna disemayamkan. 

"Yang namanya di hutan kan sudah 2 minggu lebih bisa saja ada ular dan binatang lain. Jasad korban sudah diserahkan ke keluarga dan sudah di kuburkan juga. Karena keluarga menolak untuk autopsi," tandasnya.
(Rahmat Haryono)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler